Minggu, 12 April 2026

Pejabat ini Nyicil Sepeda Angin untuk Dipakai Ngantor

Bersepeda pancal saat berdinas bagi para pejabat di Bangkalan nampaknya mulai dilakukan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, BANGKALAN - Jalan berdebu akibat kegiatan proyek gorong-gorong di Jalan Halim Perdana Kusuma membuat mata perih. Belum lagi sengatan panas matahari menjelang siang, Selasa (2/9/2014), memaksa para penumpang menunggu mobil angkutan di bawah pepohonan.

Di jalur alternatif atau yang akrab disebut ring road itu, terlihat pria paruh baya berseragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memakai topi mengayuh sepeda pancal dengan kecepatan pelan. Pemandangan tersebut terbilang langka bagi pria berseragam PNS.

Ketika SURYA mencoba mendekati, ternyata pria itu adalah Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangkalan Tomy Feriyanto. Pejabat eselon II itu hendak menuju Kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Dispertamben) setempat.

Pada stir sepeda sisi kiri, tergantung paper bag warna putih berukuran sedang yang di dalamnya berisikan buku kerja mantan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Syamrabu Bangkalan. Sepeda angin jenis Mountain Bicycle (MTB) berwarna silver itu masih kinyis-kinyis.

"Baru kemaren belinya. Nyicil pakai uang pribadi di kopersi. Ke depan saya pasti beli tas ransel. Sementara pakai (paper bag) ini saja," terang Tomy Feriyanto usai menyandarkan sepeda angin miliknya ke tiang bendera di halaman kantor dispertamben.

Seraya mengusap keringat di wajahnya, Tomy, begitulah ia akrab disapa mengaku sudah dua hari ini berangkat dinas dari rumahnya, Kampung Bargan, Desa/Kecamatan Socah. Ia menempuh jarak 6 kilometer menuju kantornya. "Bekerja sambil berolahraga menyenangkan," katanya.

Tomy menjelaskan, sebelum menuju ke kantor dispertamben, ia menyempatkan diri ke kantor dinas kelautan dan perikanan, dinas pertanian dan peternakan, dinas sosial, dan terkahir ke (dispertamben) sini. "Untuk urusan kedinasan lintas SKPD, saya lebih nyaman menggunakan sepeda. Tapi kalau urusan dinas ke luar kota, ya tetap pakai mobil dinas," jelasnya.

Urusan dinas dalam kota dengan menggunakan sepeda angin, menurutnya  menghemat anggaran operasional mobil dinas. Setiap hari, mobil dinas pejabat eselon II Toyota Innova mendapat jatah 6 liter premium. "Mobil dinas saya parkir di kantor," ujarnya.

Berepeda pancal bagi Tomy bukan menjadi hal baru mengingat dirinya memang hobi bersepeda dengan para pejabat lainnya yang tergabung dalam komunitas sepeda jelajah wisata jatim (sejawat). Di mana setiap tiga bulan sekali, selalu menggelar kegiatan bersepeda di sejumlah wilayah di Jawa Timur. "Saya juga aktif bersepeda setiap sabtu malam menyusuri alam pedesaan bersama teman-teman," pungkasnya.

Bersepeda pancal saat berdinas bagi para pejabat di Bangkalan nampaknya mulai dilakukan. Itu setelah Bupati Bangkalan RK Moh Makmun Ibnu Fuad (Momon) berangkat kerja menggunakan sepeda pancal dari Pendapa Agung menuju Kantor Pemkab Bangkalan dalam satu minggu terakhir. Bahkan, Bupati Momon berencana mengganggarkan pengadaan sepeda pancal di tahun anggaran 2015.

Barisan sepeda pancal juga terparkir rapi di sebelah utara Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Bahkan di salah satu sudut ruangan kantor itu, juga terlihat dua sepeda angin.

Kepala BKAD Bangkalan Ahmat Hafid mengatakan, rencana pengadaan sepeda pancal di tahun 2015 mendatang akan menjadi pertimbangan. Jika nantinya hasilnya tidak cocok, tidak akan diserap.

"Itu usulan bagus. Untuk sementara ini (bersepeda pancal) kan masih bersifat parsial, belum massal," singkatnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved