Sering Lihat Adegan Porno, Sepupu Jadi Korban
"Pelaku sudah kita tahan. Dari hasil pemeriksaan, korban sempat dicekik dan dipukul oleh AD," jelasnya.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, MALANG-Makin memprihatinkan saja ulah remaja saat karena memanfaatkan kemajuan teknologi tidak untuk hal positif. Seperti dilakukan AD (16), warga Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Fasilitas di ponselnya, seperti bluetooth malah untuk mentransfer film porno yang kadang didapat dari temannya.
Kadang ia download dari warnet. Karena kerap melihat adegan film porno, ia nekad melakukan kekerasan seksual pada Bunga (12), yang masih sepupunya sendiri. Kejadiannya pada kemarin siang. Tak terima kejadian itu, ayah Bunga melaporkan kasus itu ke UPPA Satreskrim Polres Malang pada Rabu malam (27/8/2014).
Pelaku sempat mencekik, mengancam bunuh dan melemparkan sepupunya itu ke sungai setelah mencabuli siswa kelas 6 SD di Kepanjen itu. Atas kekerasan yang dilakukan, mata kiri gadis berusia 12 tahun itu memerah.
Ayah AD adalah pengayuh becak. Sedang ibunya menjadi TKW di Taiwan. Karena pelakunya jelas, atas laporan itu, AD akhirnya ditangkap polisi.
Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, Kamis (28/8/2014) menyatakan TKP pencabulan di pinggir sungai yang tak jauh dari sekolah korban di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen.
"Pelaku sudah kita tahan. Dari hasil pemeriksaan, korban sempat dicekik dan dipukul oleh AD," jelasnya. Karena peratannya, ABG ini melanggar UU No 11 tahun 2012 tentang peradilan anak. Juga pasal 82 UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Pengakuan AD, karena kerap melihat adegan intim di film porno di ponselnya, ia jadi bernafsu melihat sepupunya. Itu terasa sejak kemarin pagi. "Akhirnya saya ketemu Bunga usai pulang sekolah. Ia saya raba-raba dan ia memberontak," cerita AD.
Karena memberontak itulah, Bunga nyaris masuk sungai. Pencari sampah di sungai memergoki perbuatannya. Ida kemudian diantar pulang. Kejadian itu diceritakan ke orangtuanya dan selanjutnya dibawa melapor ke Polres Malang.