Ponpes Amanatul Ummah Pacet Terbakar
Ini Alasan Keluarga Tolak Jenazah Lia Dimakamkan di Ponpes
Usai dishalati, Muhammad Supriyadi, ayah Lia, menyampaikan bahwa pertimbangan utama adalah karena kehendak keluarga.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, MOJOKERTO - Sebelum jenazah Lailiyatul Musarofah dibawa keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman di Trosobo, Sidoarjo, pihak Ponpes Amanatul Ummah sempat meminta untuk dimakamkan di lingkungan pondok, Jumat (15/8/2014).
Namun pihak keluarga menolaknya. Keluarga menghendaki Lia dimakamkan di kampung kelahiran di Sidoarjo.
Penolakan itu disampaikan secara halus oleh orang tua Lia sendiri di hadapan ratusan santri dan seluruh pengurus Ponpes.
Usai dishalati, Muhammad Supriyadi, ayah Lia, menyampaikan bahwa pertimbangan utama adalah karena kehendak keluarga.
"Biar keluarga kalau berziarah ke anak kami tidak terlalu jauh," kata Supriyadi.
Pimpinan Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Syaifudin Chalim meminta keluarga untuk merelakan putrinya dimakamkan di lingkungan Ponpes.
Selain akan selalu didoakan seluruh santri dan akan diziarahi para santri dan keluarganya, doa akan selalu dilafalkan di makam itu.
"Areal makam Ponpes sudah ada. Nanti kalau saya meninggal juga dimakamkan di sini. Pendiri ponpes dan dua santri juga ada yang sudah dimakamkan di tempat ini," kata Asep.
Lia adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari keluarga lurah di Trosobo.
Santri ini menjadi korban tewas saat api membakar asrama yang dia tempati, Jumat (15/8/2014) dinihari.
Bocah kelas VII MTs Akselerasi Amanatul Ummah ini ditemukan sudah hangus oleh petugas PMK.