Pendapatan PAD dari Galian C Minim

Setoran ke PAD dari kegiatan penambangan tidak lebih dari Rp 1 miliar per tahun.

SURYA Online, BANGKALAN - Penambangan galian C di sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan tidak sebanding dengan setoran sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga diperlukan Peraturan Daerah (Perda) sebagai regulasi.

"Sebentar lagi, Rancangan Perda Penataan Usaha Pertambangan Non mineral dan Logam akan disahkan menjadi Perda," ungkap Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Mukaffi Anwar, Kamis (14/8/2014).

Ia mengatakan, kegiatan penambangan Sumber Daya Alam (SDA) seperti galian C atau pedel yang dijadikan urukan, selama ini tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima pemerintah daerah. Akibatnya, selain SDA terkuras cepat, jalan rusak akibat truk-truk pengangkut pedel.

"Untuk perbaikan saja, dana yang diterima dari kegiatan penambangan itu tidak cukup. Sementara, penjualan pedel ke Surabaya sebagai bahan urukan terus meningkat," katanya.

Mukaffi menyatakan, diterbitkannya Perda itu nantinya bisa menertibkan penambang yang tidak mempunyai izin atau masa izinnya sudah habis. "Kami tetap mengawasi pihak eksekutif dalam menjalankan Perda itu," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangkalan Moh Fahri mengungkapkan, setoran ke PAD dari kegiatan penambangan tidak lebih dari Rp 1 miliar per tahun. "Dengan Perda ini semoga bisa meningkatkan PAD," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan penertiban dengan mengklasifikasikan mana yang tergolong pertambangan rakyat atau tergolong usaha pertambangan.

"Kalau pertambangan rakyat nantinya harus punya Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Sedangkan usaha pertambangan dengan menggunakan peralatan modern, harus dilengkapi Izin Usaha Pertambangan (IUP)," paparnya.

Ia mengaskan, pihaknya tidak akan merekomendasikan sebuah usaha pertambangan jika tidak melengkapi berkas-berkas perizinan seperti HO dan UKL/UPL. "Usaha pertambangan yang besar tercatat ada lima. Kami sebatas memberikan rekomendasi saja," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved