Pemilu 2014
Tak Ada Pedagang Nasi, Simpatisan Prabowo-Hatta Mengeluh Lapar
Pasangan suami istri asal Pulogadung, Ahmad dan Rasih, yang sudah dari pukul 08.00 WIB pun meminta anaknya untuk membawakan nasi dari rumah.
SURYA Online, JAKARTA - Di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, tidak terlihat para pedagang kaki lima (PKL), Jumat (8/8/2014).
Di sana hanya ada para pedagang minuman keliling, pedagang asongan dan pedagang aksesori kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, seperti pin, stiker, dan lainnya.
Pada sidang gugatan hasil pilpres kedua kali ini, para simpatisan Merah Putih (sebutan pendukung Prabowo) mengaku kesal lantaran tak ada pedagang nasi yang berjualan. Salah satunya Intan asal Cililitan.
"Yah kesal lah. Kami kan di sini dari pagi tapi tidak ada pedagang kaki lima, tak ada pedagang nasi di sini. Kami kan lapar," ujarnya.
Ina, temannya menambahkan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memang melarang pedagang berjualan di sekitar MK.
"Katanya Satpol PP melarang pedagang pakai gerobak jualan di sini makanya tak ada yang jualan," kata Ina.
Tak hanya mereka, pasangan suami istri asal Pulogadung, Ahmad dan Rasih, yang sudah dari pukul 08.00 WIB pun meminta anaknya untuk membawakan nasi dari rumah.
"Padahal pas sidang pertama masih ada yang jualan tapi sekarang kok gak ada yah. Kami sih nyuruh anak buat kemari bawakan nasi. Nanti dia mau datang," kata Rasih.