Pedagang Emas Ikut Merasakan Tren Gadai dan Jual Kembali
Tren gadai dan jual kembali emas perhiasan pasca-Lebaran juga menjadi target meningkatkan target pendapatan dari PT Pegadaian Kanwil XII Jatim.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Tren gadai dan jual kembali emas perhiasan pasca-Lebaran juga menjadi target untuk meningkatkan target revenue atau pendapatan dari PT Pegadaian Kanwil XII Jatim. Di semester 1 tahun 2014 ini, gadai emas perhiasan masih menjadi favorit di Pegadaian dengan kontribusi sebesar 95 persen. Dengan total pendapatan BUMN yang berdiri sejak zaman Belanda ini telah mencapai Rp 6,2 triliun. Jumlah tersebut masih 40 persen dari target pendapatan pegadaian yang di tahun ini ditarget Rp 13 triliun.
“Tapi kami optimis akan bisa mencapai hingga akhir tahun. Bulan Agustus ini kami perkirakan naik dua kali lipat dari tren peningkatan masyarakat yang gadai pasca-Lebaran,” tandas Hakim Setiawan, Deputi Bisnis Surabaya 1 Kanwil XII PT Pegadaian Jatim, Kamis (31/7/2014).
Para pedagang emas perhiasan pun mengakui adanya tren ini. ”Kemarin waktu seminggu sebelum Lebaran, pembeli naik sekitar 30 persen. Sekarang sudah mulai sepi, mungkin mulai Sabtu atau Minggu besok akan mulai banyak yang jual,” jelas Nuraini, pedagang emas di kawasan Jl Blauran, Surabaya.
Harga emas hingga Kamis (31/7/2014) masih sekitar Rp 520.000 per gram untuk kadar 24 karat. Kemudian harga jual kembali Rp 468.000 per gram.
Untuk jual kembali, peningkatannya bisa lebih banyak dibandingkan jumlah pembeli di seminggu sebelum Lebaran. Meski hanya berkisar sekitar 10 persen.
”Bisa lebih banyak, ya 40 persen, tapi tidak pasti. Karena ada juga yang beli, biasanya untuk perhiasan anak-anak, yang ukurannya kecil. Beli pakai uang angpao yang didapat anak-anak,” ungkap Nuraini.