Ingin Pernikahan Bahagia? Ini 10 Hal Yang Bisa Dilakukan Untuk Pasangan
Selalu menghormati dan mendengarkan pendapat masing-masing. Jangan pura-pura mendengarkan hanya untuk menyenangkan pasangan saja
SURYA Online, SURABAYA - Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan sama pentingnya dengan makanan saat kelaparan.
Tentu saja tak mudah menyatukan dua sifat yang berbeda menuju pernikahan yang bahagia. Perlu banyak memahami dan mengerti bahwa pasangan bukanlah manusia sempurna yang selalu sesuai keinginan.
Lalu, sulitkah menciptakan rumah tangga yang bahagia? Nah, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.
1. Selalu menghormati dan mendengarkan pendapat masing-masing. Jangan pura-pura mendengarkan hanya untuk menyenangkan pasangan saja. Biarkan pasangan menyelesaikan apa yang dikatakan sebelum Anda menjawab. Jika tidak setuju dengan pendapatnya, sampaikan pendapat dengan baik dan sabar.
2. Ketika berselisih paham, hindari membahas masalah lama atau kenangan buruk yang sudah lewat. Tinggalkan masa lalu dan bangun masa depan sebagai impian yang ingin dicapai. Bukankah setelah ada kata maaf dan kesepakatan berbaikan artinya masalah tersebut selesai? Membahas masa lalu terus bisa-bisa malah memengaruhi hubungan di masa depan.
3. Jangan pernah bosan mengungkapkan perasaan sayang dan cinta kepada pasangan. Mulailah hari dengan ciuman hangat atau pelukan. Alihkan hal tersebut dengan menciptakan suasana romantis seperti meluangkan waktu berdua atau memasak makanan kesukaannya. Lakukan hal-hal kecil yang bisa membuat pasangan tersenyum dan merasa dicintai. Apalagi jika bisa memberikan surprise istimewa. Tak perlu berlebihan atau mahal, yang penting menambah kehagatan dan keromantisan berdua.
4. Selalu berkomunikasi dengan pasangan untuk mencapai sebuah kesepakatan. Jangan melakukan sesuatu dengan pertimbangan sendiri agar tidak terjadi salah komunikasi. Keterbukaan akan menciptakan pemahaman antara Anda dan Si Dia. Tak perlu menyampaikan sesuatu dengan kemarahan karena hanya akan menyakiti perasaan. Kata-kata kasar yang keluar dari mulut mungkin tak berarti bagi Anda, tapi sulit bagi pasangan untuk dilupakan. Ketika berdebat jangan mencoba menyerang pribadi, karena saling menyakiti berarti menyakiti diri sendiri.
5. Jangan merusak kepercayaan perkawinan atau menggunakannya sebagai senjata selama berdebat. Jika Anda merasa bahwa ada sesuatu yang salah dengannya, rangkullah dan tanyakan apa yang terjadi? Mungkin, pasangan butuh perhatian Anda. Pada kesempatan ini, curahkan perhatian padanya karena diam-diam Si Dia pun pasti ingin Anda menunjukkan kepedulian padanya.
6. Kritik dapat menghancurkan sebuah hubungan. Jika pasangan salah melakukan sesuatu, tak perlu mengomel tentang hal yang benar. Biarkan ia melakukan hal-hal dengan caranya sendiri, jangan memusingkan hal-hal kecil. Cobalah tenang dan rasional, karena emosi yang meluap-luap dapat mengubah suasana menjadi pertengkaran. Berikanlah pujian, sehingga membuatnya lebih bahagia di dekat Anda. Ingat, terimalah dan cintai si dia apa adanya.
7. Jangan pernah menceritakan hal-hal negatif pasangan pada teman atau saudara. Pasalnya saat Anda menikah, loyalitas pertama adalah untuk pasangan, bukan untuk keluarga atau kelompok sosial Anda. Lagi pula, mengeluhkan sikap Si Dia pada mereka pun tak akan memecahkan masalah, kok. Apalagi mereka hanya tahu dari luar saja, kan, tanpa paham bagaimana hubungan Anda yang sesungguhnya.
8. Jangan memiliki harapan yang terlalu tinggi terhadap pasangan, apalagi masalah finansial. Ingatlah, tidak ada hubungan yang sempurna. Anda boleh mendukung dan mendorongnya, tapi tidak menuntut. Hargailah apa yang Anda miliki, bukan dengan mengharapkan yang lebih. Jangan juga mencoba mengubah perilaku pasangan, terimalah si dia apa adanya , berikanlah ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Cintailah pasangan tanpa syarat sebagai balasannya.
9. Hadapi permasalahan atau perubahan bersama-sama mulai dari kehadiran anak, hilangnya pekerjaan, kematian, pemutusan hubungan kerja, kecelakaan, atau kesulitan keuangan. Anda dan pasangan adalah sebuah tim, bukan sebagai musuh. Terimalah juga perubahan yang terjadi pada Anda dan pasangan, entah itu menjadi gemuk, perut membuncit, atau menipisnya rambut. Anda akan menghabiskan waktu luang dengan anak-anak dan pasangan. Jadi, cari kegiatan menyenangkan yang membuat seluruh keluarga bisa melakukan bersama-sama.
10. Memenuhi kebutuhan pasangan tanpa mengorbankan diri sendiri. Jika dia butuh waktu dengan teman-teman atau mengerjakan hobi, berikanlah waktu dan jangan posesif. Dia akan lebih bahagia dan berterima kasih karena Anda sudah menghormatinya. Sama halnya dengan Anda, luangkan waktu dengan teman-teman atau untuk hobi Anda.