Tompel Tatik Hilang setelah Dilaser

“Kalau keluar rumah dan bertemu orang-orang baru, saya malu sekali. Apalagi kalau mendengar orang membicarakan to (tompel) saya,” kata Tatik.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
Surya/Irwan Syairwan
Dr dr M Yulianto Listiawan SpKK(K) sedang menembakan laser ke tompel Tatik menggunakan alat pulse dye laser (PDL), Kamis (26/6/2014). 

SURYA Online, SURABAYA – Tanda lahir atau tompel memang tidak membahayakan. Hanya saja, jika area tompel tersebut sangat luas, apalagi ada di bagian wajah, keberadaannya akan sangat mengganggu psikologis seseorang.

Hal tersebut dialami Tatik Sumiatik (36) asal Kota Batu yang memiliki tompel sejak lahir di bagian pipi kirinya. Keberadaan tompel ini memengaruhi kepercayaan diri Tatik yang seorang wiraswasta toko klontong ini.

“Kalau keluar rumah dan bertemu orang-orang baru, saya malu sekali. Apalagi kalau mendengar orang membicarakan to (tompel) saya,” kata Tatik saat ditemui Surya online di Surabaya Skin Center (SSC), Kamis (26/6/2014).

Hampir setahun Tatik berobat, hingga akhirnya dokter di RSUD Dr Soetomo merujuknya ke SSC.

“Katanya di SSC ada alat terapi laser. Sudah 12 kali perawatan, to saya berkurang,” sambungnya.

Konsultan Spesialis Kulit dan Kelamin SSC, Dr dr M Yulianto Listiawan SpKK(K) FINSDV FAADV, menuturkan SSC memiliki alat baru bernama pulse dye laser (PDL) yang bisa menghilangkan tanda lahir.

Yulianto menerangkan cara kerja alat ini mengurai pembuluh darah yang mengalami pelebaran di bawah kulit (hemangioma). Alat PDL generasi kedua ini, lanjutnya, merupakan satu-satunya yang ada di Jatim.

“Selama ini, penanganan hemangioma hanya dengan operasi kecil. Tapi teknologi laser terbaru bisa mengurai pembuluh darah yang kelainan itu,” imbuh Yulianto.

Alat ini, ungkapnya, aman digunakan kepada bayi yang baru lahir. Penanganan akan lebih mudah ketika dilakukan ketika masih anak-anak.

“Kalau sudah dewasa seperti Bu Tatik ini membutuhkan terapi berkali-kali. Kalau sejak dini bisa langsung hilang,” urainya.

Saat memeragakan alat ini, wajah Tatik ditempelkan laras laser yang berpendar hijau. Ketika diaktifkan, cahaya hijau tersebut akan memencarkan cahaya jingga delapan gradasi. Cahaya ini langsung mengurai pembuluh darah dan meninggalkan bekas bulatan berdiameter sekitar 1 cm.

Bekas hitam ini, ujar Yulianto, merupakan efek alamiah dari terurainya pembuluh darah yang akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

“Rasanya seperti terkena bara rokok. Tapi sebentar saja panasnya. Yang penting wajah saya bisa mulus,” tandas Tatik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved