Senin, 13 April 2026

Puluhan Sekolah Dipaksa Tutup

Gedung Dipermasalahkan, Sekolah Ini Pilih Gugat ke PTUN

Dari sisi siswa, sekolah ini memiliki 70 murid, angka yang melampaui syarat minimal 10 siswa per kelas

SURYA Online, SURABAYA - Hal senada disampaikan Kepala SMA Practica, Siti Mardiyah. Menurutnya, sudah ada calon siswa yang mendaftar di sekolahnya.

Dari sisi siswa, sekolah ini memiliki 70 murid, angka yang melampaui syarat minimal 10 siswa per kelas untuk pengurusan izin operasional.

Tetapi, ada syarat lain yang belum terpenuhi, yakni tidak memiliki gedung.  

Gedung sekolah di Jl Pucang telah dijual pihak yayasan pada 2013.

Sejak itu, operasional sekolah dilakukan di gedung yang dikontrak dari SMA Ganiswara di Jl Jojoran, Surabaya.

Sama dengan SMA Jaya Sakti, Practica juga menggugat ke PTUN atas kebijakan Dindik yang melarang sekolahnya menerima siswa baru.

Menurut Mardiyah, alasan menutup sekolah tidak kuat. Sebab, izin operasional sekolah masih berlaku sampai 30 Juni 2014 dan pihaknya telah mengajukan permohonan perpanjangan izin operasional.

“Yang dipermasalahkan Dindik cuma gedung kami,” ungkapnya.

Mardiyah harus berjuang keras meyakinkan orangtua calon siswa baru agar mau menyekolahkan anaknya di Practica.

Dia berterus terang dengan kondisi sekolah. Juga tentang perjuangannya dan usaha mempertahankan eksistensi sekolah. Termasuk menempuh jalur hukum.

Para kepala sekolah ini membantah membangkang terhadap kebijakan pemerintah.

Mereka menyebut sikap dan langkah yang diambil itu semata-mata demi mencari keadilan.

“Sekolah kami dirintis  bertahun-tahun, tapi mau ditutup hanya karena tidak sesuai dengan kehendak Dindik,” katanya.

Mereka kecewa dengan sikap Dindik karena selama ini tidak melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah swasta. (ben/idl)

Sumber: Surya Cetak
Tags
sekolah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved