GG Belum Dapat Dampak Prediksi Peringatan Merokok Membunuhmu
Dijelaskan Heru Budiman, ada kemungkinan pencantuman gambar dan peringatan baru berdampak pada perokok
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, KEDIRI-PT Gudang Garam (GG) Tbk belum dapat memprediksi dampak dari pencantuman gambar seram dan peringatan "merokok membunuhmu". Namun peringatan yang disertai dengan gambar tengkorak itu telah mulai diterapkan untuk produk rokok GG kemasan baru.
Direktur PT GG Tbk, Heru Budiman pada acara jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyebutkan, pihaknya masih mereka-reka saja dampaknya karena sebelumnya ketentuan itu belum pernah ada.
"Mungkin ada beberapa orang yang takut dengan gambar-gambar yang menyeramkan. Tapi juga ada orang yang tidak takut dan terus merokok," ungkap Heru Budiman, Selasa (24/6/2014).
Dijelaskan Heru Budiman, ada kemungkinan pencantuman gambar dan peringatan baru berdampak pada perokok. "Namun perkiraan kami meski ada dampaknya, namun tidak terlalu besar," tambahnya.
Sesuai dengan ketentuan baru pemerintah, mengharuskan kemasan rokok mencantumkan peringatan kesehatan melalui gambar dengan ukuran 40 persen space kertas pembungkusnya. Peringatan kesehatan itu bergambar tengkorak yang menyeramkan dan pencantuman dilarang menjual/memberi pada anak usia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil.
Heru Budiman juga mengakui saat ini ada tren terjadinya penurunan produk sigaret kretek tangan (SKT). Untuk seluruh industri rokok, segmen SKT turun 9,4 persen dan di PT GG turun mencapai 21 persen.
"Kalau minat konsumen pada SKT turun, tidak bisa diapa-apain karena kami tidak dapat memaksa konsumen untuk merokok satu jenis rokok. Konsumen adalah raja," ungkap Heru Budiman.
Terkait pilihan konsumen jatuhnya kemana tergantung pemilik uang. "Kami tak bisa mengerem penurunan permintaan SKT. Itu tren yang terjadi di pasar," tambahnya.
Meski terjadi penurunan di segmen SKT, namun produk GG terjadi pertumbuhan untuk segmen rokok low tar low nikotin.
Meski begitu kata Heru Budiman, tenaga kerja SKT yang sebelumnya dipulangkan pagi sekarang sudah mulai normal lagi dipulangkan siang hari.
Heru Budiman juga menegaskan, sejauh ini PT GG Tbk masih tetap berkonsentrasi pada industri rokok dan tidak berniat melakukan diversifikasi usaha terjun ke bisnis lain.
Terkait adanya informasi pembebasan lahan di sejumlah daerah tidak dilakukan PT GG namun anggota direksi PT GG. Terkait masalah itu tidak terkait dengan PT GG. "Pembebasan lahan itu tidak dilakukan PT GG tapi PT Bukit Dhoho Indah yang tidak terkait dengan PT GG," tambah Slamet Budiono, wakil direksi PT GG.
Pihak direksi juga menjelaskan terkait rokok Apache tidak ada kaitan dengan PT GG. "Apache tidak terkait dengan PT GG," tandasnya.