Tukang Bangunan di Malang Belajar Memakai Semen Instan
Minimnya informasi terkait semen instan membuat Sarmidi (43) tidak tahu cara menggunakan jenis semen ini.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin
SURYA Online, MALANG – Minimnya informasi terkait semen instan membuat Sarmidi (43) tidak tahu cara menggunakan jenis semen ini. Karena itu, tukang bangunan asal kecamatan Klojen, Kota Malang belum pernah menggunakannya.
Sarmidi yang pada Minggu (22/6/2014) mengikuti Workshop ‘Ayo Membangun’ yang mengajarkan cara pemasangan ubin menggunakan produk semen instant AM, di Ayam Goreng Surabaya, Jalan Soekarno Hatta menjelaskan kebingunannya itu terkait perbandingan air dan semen.
Beruntung, Sarmidi dan 40 temannya sesama tukang bangunan akhirnya paham perbandingan dalam mencampur air dan semen instant. Ini membuatnya semakin percaya diri dalam mengaplikasikan ilmunya saat bekerja. “Perbandingannya ternyata hanya 1 banding 3, atau satu gelas air dan tiga gelas semen,” kata Sarmidi.
Sarmidi mengatakan produk semen instan sangat mudah digunakan karena ia tak perlu mencampur dengan pasir. “Cukup semen AM tipe 42 ini dan air sudah cukup merekatkan ubin,” katanya.
Branch Manager PT Adiwisesa Mandiri Building Products Indonesia, Indra Santoso menambahkan penggunaan semen instant dalam membangun sebuah rumah sangat diperlukan, dan aplikasinya tidak hanya untuk pemasangan ubin saja. “Produk AM juga bisa digunakan sebagai bahan perekat dinding,” katanya.
Ia menjelaskan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan CSR perusahannya. Pelatihan ini dilakukan sebanyak 100 kali di berbagai kota se Indonesia. “Pelatihan ini merupakan wadah edukasi untuk membentuk tukang bangunan berkualitas yang mengerti tekni dan metode berbagai aplikasi bahan bangunan,” katanya.
Karena itu dalam pelatihan tersebut, 40 tukang bangunan se-Malang Raya juga diajarkan memasang ubin dengan benar, diberi teori membangun sebuah rumah, dan melihat aplikasi produk semen AM, seperti pelapis antibocor.