Bocor, Razia Gabungan Prostitusi Liar Hanya Jaring 3 PSK Tua
Sedangkan Kepala Satpol PP Pemkab Madiun, Agus Budi Wahyono mengakui jika razia sempat bocor.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, MADIUN - Diduga bocor sebelum menjalankan razia, razia petugas gabungan Satpol PP Pemkab Madiun, TNI dan Polres Madiun di sejumlah lokalisasi liar di wilayah Kabupaten Madiun hanya berhasil menjaring 3 Pekerja Seks Komersial (PSK) berusia tua.
Ketiga PSK ini, berhasil dijaring di JL Raya Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Sedangkan razia ke sejumlah tempat lokalisasi liar lainnya, seperti di bekalang Kantor Pos Desa/Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun tak membuahkan hasil sama sekali. Diduga, razia di lokasi kedua ini sudah bocor sebelum petugas datang ke lokasi sasaran target razia malam itu.
Ketiga PSK yang terjaring dan rata-rata berstatus sebagai janda karena suami mati itu diantaranya adalah Endang Suprihatin (49) warga Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Surati (52) warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, serta Sulastri (49) warga Dusun Wotmangu, Kelurahan Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, kabupaten Ponorogo.
"Tidak bocor, tetapi memang jam operasi untuk TKP di belakang Kantor Pos Jiwan, PSKnya sudah pulang semua. Soalnya jam operasi PSK biasanya mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB," terang Kasi Trantib dan Penindakan Satpol PP Pemkab Madiun, Tony Agus Purnomo kepada Surya, Sabtu (21/6/2014) malam.
Sedangkan Kepala Satpol PP Pemkab Madiun, Agus Budi Wahyono mengakui jika razia sempat bocor.
Dampaknya, saat petugas datang ke lokasi kedua yakni di belakang Kantor Pos Jiwan tak menemukan sasaran sama sekali. Sedangkan penangkapan 3 PSK di Sambirejo, Kecamatan Jiwan lantaran sejumlah petugas melakukan penyamaran sebagai pelanggan sebelum meringkus ketiga PSK itu.
"Kami tetap akan makin intensifnya razia meski malam ini rasia tidak mendapatkan jumlah lebih banyak dari razia di dua lokalisasi liar di pinggiran jalan raya itu," tegasnya.
Selain itu, Agus mengaku bakal semakin mengintensifkan razia. Selain lokalisasi liar, lokalisasi resmi seperi Wisma Wanita Harapan Gude di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, pihaknya juga akan merazia sejumlah kafe dan karaoke di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
"Seluruh Kafe Karaoke di Caruban akan kami tertibkan. Lokalisasi liar di pinggir jalan dan warung remang-remang baik di Desa Petung, Kecamatan Saradan, Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng maupun di Desa Bathil dan Desa Mlilir, Kecamatan Dolopo, maupun lokasi prostitusi liar lainnya akan kami tertibkan demi kenyamanan Ibadah Bulan Suci Ramadhan," tegasnnya.
Sementara salah seorang PSK, Sulastri yang tertangkap mengaku tak tahu berapa jumlah PSK di Sambirejo yang beroperasi malam itu. Alasannya, dirinya baru beroperasi sudah ditangkap Satpol PP.
"Saya tak ada yang kenal, baru keluar tadi sudah ditangkap. Saya kesitu datang sendiri tak ada yang mengajak," katanya.
Hal yang sama disampaikan PSK lainnya, Endang Suprihatin. Pihaknya tak mengeahui 2 PSK yang ada di Sambirejo yang berhasil melarikan diri itu.
"Tak tahu siapa saja yang lolos tadi," imbuhnya.
Kondisi berbeda disampaikan Surati. PSK asal Kota Surabaya yang kampungnya berdekatan dengan Dolly ini mengaku tidak setiap hari operasi. Selama ini dirinya hanya operasi sepekan 2 sampai 3 kali lantaran bersaman menjenguk anaknya yang ada di salah satu Panti di Kota Madiun.
Menurut perempuan yang telah dikaruniani 6 anak dan seorang anak masih berusia 3 tahun ini, tak mau dibawa ke Panti Rehabilitasi Sosial di Kediri. Alasannya, selama operasi dirinya menitipkan anaknya ke tetangga dekat rumahnya.
"Jangan dikirim kesana (Kediri) saya memiliki anak balita. Biarkan kami bebas dan tak akan mengulangi perbuatan saya ini," pungkasnya sembari merengek.
Sementara usai di periksa dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para PSK ini diminta tidak mengulangi perbuatannya dan diminta keluarga terdekatnya menjemput mereka.