Three Lions Dikawal Pasukan Bersenjata Lengkap

Kehadiran militer ini memberi efek suram di skuad Roy Hodgson yang berbaris dengan kepala tertunduk

Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, LONDON-Tim Three Lions akhirnya kemarin tiba di Brasil dijaga oleh pasukan bersenjata dengan senapan serbu semi otomatik di tangan mereka.

Mereka memblokir pintu masuk ke hotel tim di tengah kekhawatiran serangan dari pengunjuk rasa yang kecewa bahwa uang sebesar bahwa £ 11miliar telah dihabiskan untuk Piala Dunia dan bukannya dipakai membantu mengentas kemiskinan.

Sebuah kapal angkatan laut berpatroli laut di dekatnya sementara dua helikopter berputar-putar di atas.

Kehadiran militer ini memberi efek suram di skuad Roy Hodgson yang berbaris dengan kepala tertunduk, tidak seperti biasanya berhenti untuk berpose atau tanda tangan.

Tim Inggris terbang dari Miamai menuju Brasil selama delapan setengah jam, penerbangan malam ke pangkalan udara militer di dekat Rio.

Setelah tiba mereka dikawal ke Rio Royal Tulip Hotel dengan kendaraan terbuka yang dokawal  tentara bersenjata dengan senapan serbu semi otomatis.

Fans Brasil mulai berkumpul di luar hotel jam sebelum kedatangan tim untuk menyambut mereka. Bagian depan dihiasi dengan poster Inggris dan gambar dari manajer Hodgson, 66, dan kapten Steven Gerrard, 34.

Bruno Nigo, 17, dan Mateus Nigo, 15, fans Chelsea menghabiskan tiga jam perjalanan dengan bus dari kota Rio das Ostras. Mateus mengatakan: "Kami mencintai Chelsea karena David Luiz dan John Terry bermain untuk mereka.

"Saya pikir tim Inggris tidak cukup kuat untuk menang, tapi mereka akan sampai ke perempat final."

Yllan Maia, 13, dari Rio, mengatakan: "Motif saya adalah untuk melihat Frank Lampard. Dia hebat. "

Tak lama setelah tim tiba bek Everton Phil Jagielka, 31, membukukan pemandangan dari kamarnya di Twitter dan berkata: "Baru saja tiba di hotel. Pemandangan yang tak buruk  untuk bangun! "

Kiper Celtic Fraser Forster, 26, juga men-twitt gambar dengan pesan: "Senang berada di Brasil. Semuanya dimulai sekarang. "

Tapi  24 jam sebelumnya, polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat untuk memecah sekelompok 50 pekerja kereta bawah tanah menghentikan penumpang naik kereta api di Sao Paolo, di mana Inggris bermain Uruguay pada 19 Juni.(DS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved