Siswa SMP Tewas Dikeroyok

17 Siswa SMPN 1 Tajinan UKK di Polres Malang

Informasi yang beredar, korban dikenal nakal. Sampai kemudian ada tindakan pengisian air ke tangki bensin motor seorang pelaku.

17 Siswa SMPN 1 Tajinan UKK di Polres Malang
surya/sylvianita widyawati
KORBAN PENGEROYOKAN - M Andy Nur Fahmi, siswa kelas 8F SMPN 1 Tajinan, Kabupaten Malang tewas setelah diduga dikeroyok 17 temannya, Rabu (4/6/2014).

SURYA Online, MALANG - Korban M Andy Nur Fahmi (14), siswa kelas 8 F SMPN 1 Tajinan, Kabupaten Malang meninggal dunia sebelum sempat mengikuti UKK (Ujian Kenaikkan Kelas) yang rencananya dimulai Jumat (6/6/2014) sampai Kamis (12/6/2014).

Namun 17 teman pengeroyok Andy yang kini diperiksa di UPPA Satreskrim Polres Malang masih diberi perlakuan khusus dengan mengikuti UKK di Polres Malang. "Kita sudah koordinasi dengan pihak sekolah, ke 17 siswa SMPN 1 Tajinan tetap bisa UKK. Mereka kita siapkan tempat ujian di ruang Eksekutif Polres Malang," jelas Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Surya Online, Kamis (4/6/2014).

Skedul ujiannya sama dengan yang berlaku di sekolah. Untuk UKK itu, guru SMPN 1 Tajinan akan membawa soal UKK ke Polres Malang. "Saya juga sudah minta ke orangtua 17 siswa untuk membawakan buku pelajaran buat UKK serta membawakan seragam sekolah," tutur Wahyu Hidayat.

Orang tua ke 17 pengeroyok Andy nampak menunggui anak mereka dengan duduk-duduk di ruang UPPA dan halaman Satreskrim. "Saya sejak semalam ada disini," tutur seorang wali murid yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Surya Online.

Menurutnya, ia kaget ketika anaknya, Rabu (4/6/2014) malam, dijemput polisi. Kata wanita berhijab ini, ia memang mendapatkan cerita dari anaknya bahwa ada pengeroyokan di sekolah. Ia lalu menanyakan apakah anaknya ikut, si anak menjawab tidak. Ia kemudian memberi nasihat anaknya untuk tidak berbuat aneh-aneh karena perbuatan kecil dan besar pasti ada hukumannya.

Informasi yang beredar, korban dikenal nakal. Sampai kemudian ada tindakan pengisian air ke tangki bensin motor seorang pelaku. Kejadian-kejadian sebelumnya diduga sudah menjengkelkan temannya. 

Kamis (5/6/2014) sore, wali murid yang berada di Polres Malang membuat surat yang ditujukan untuk Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, Kadindik Kabupaten Malang, Budi Iswoyo dan Kepala SMPN 1 Tajinan, meminta keringanan hukuman.

Surat untuk Kapolres Malang diberikan ke Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat. Sementara ke Kadindik Kabupaten Malang diberikan ketika Budi Iswoyo terlihat keluar dari ruang Kapolres Malang. Seorang ibu memberikan surat itu kepadanya. "Mohon diterima, ya, Pak," ujar ibu itu kepada Budi Iswoyo.

Budi kemudian menerima surat itu dan meninggalkan halaman Polres didampingi Pudianto, Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dindik Kabupaten Malang. Di surat itu disebutkan nama-nama siswa yang sedang diperiksa UPPA Satreskrim Polres Malang. Hingga malam ini, Satreskrim belum menentukan siapa yang menjadi tersangka, siapa yang hanya menjadi saksi, sebab masih didalami peran masing-masing siswa.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved