Kamis, 9 April 2026

Bayi Kembar Siam di RSU Dr Soetomo

Nurul-Rahma Diprediksi Alami Tiga Kelainan Jantung

Tiga kelainan jantung yang menyebabkan bayi kembar siam asal Banyuwangi, Nurul-Rahma, menderita penyakit langka reverse diferensiasi sianosis (RDS).

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA – Ada tiga kelainan jantung yang menyebabkan bayi kembar siam asal Banyuwangi, Nurul-Rahma, menderita penyakit langka reverse diferensiasi sianosis (RDS).

Kepala Neonatologi SMF IRNA Anak RSUD Dr Soetomo, Dr dr Agus Hariyanto SpA(K), mengatakan kemungkinan tiga kelainan tersebut adalah penyempitan aorta, pembuluh darah tak beraturan, dan terbukanya celah antara aorta-arteri jantung.

Ketiga hal inilah, lanjut Agus, yang akan dipastikan dari prosedur kateterisasi jantung bayi pasangan Sika Jayanti dan Yuda Winarno ini, Rabu (4/6/2014).

“Kami menduga RDS pada Rahma karena tiga hal itu. Inilah mengapa perlu kami pastikan melalui prosedur kateterisasi,” kata Agus di sela-sela geladi bersih kateterisasi Nurul-Rahma di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr Soetomo, Selasa (3/6/2014).

Agus menerangkan aorta yang menyempit ini mengakibatkan aliran darah tidak beraturan. Celah yang terbuka di antara aorta-arteri membuat darah kotor bercampur di bilik dan serambi jantung sehingga membuat darah kekurangan oksigen.

“Akibatnya, sebagian tubuh mengalami pembiruan. Biasanya bagian bawah tubuh berwarna biru, tapi pada kasus Nurul-Rahma ini justru bagian atas yang membiru. Ini yang langka, bahkan menurut literatur kami, baru pertama terjadi di dunia pada bayi kembar siam,” sambungnya.

Agus menegaskan kateterisasi Nurul-Rahma ini bukan operasi pemisahan. Operasi pemisahan terpaksa dilakukan jika terjadi permasalahan pada Nurul-Rahma saat proses kateterisasi berlangsung.

“Besok (Rabu) kami bukannya mengoperasi pemisahan Nurul-Rahma, tapi proses diagnosis kelainan jantungnya. Kalau ada hal-hal yang emergensi, terpaksa kami lakukan langkah operasi pemisahan untuk berupaya menyelamatkan keduanya,” urainya.

Saat geladi bersih, ibu Nurul-Rahma, Sika Jayanti, tak kuasa menahan emosi. Saat tim dokter membacakan surat pernyataan persetujuan kateterisasi, mata Sika sudah memerah dan air mata menetes dari kedua pipinya.

Memakai kursi roda sambil menggendong anak pertamanya ini, Sika mengaku sudah menyiapkan mental terkait risiko yang dihadapi kedua putrinya.

“Saya menerima apapun selama itu yang terbaik buat putri saya. Dokter di sini sudah merawat anak saya dengan penuh ketelitian. saya sangat berterimakasih untuk itu,” tandas Sika.

Ahli Anastesi RSUD Dr Soetomo, Dr dr Arie Utariani SpAn KAP, menambahkan tim inti kateterisasi ini hanya belasan dokter saja, terutama dari bagian anastesi, jantung, dan radiologi.

Namun di luar itu, sebanyak 100 dokter sudah siaga untuk mengantisipasi ada permasalahan yang terjadi ketika kateterisasi berlangsung.

Jika kateterisasi Nurul-Rahma berjalan tanpa masalah, proses pemisahan bayi ini kemungkinan dilakukan setelah Idul Fitri mendatang.

 “Ini bukan yang pertama kami lakukan. Tapi karena yang kami tangani ini unik, kami ingin hati-hati sekali. Semua persiapan sampai detail terkecil kami rencanakan sebaik-baiknya,” tukas Arie.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved