Sewindu Lumpur Lapindo

Ribuan Korban Lumpur Lapindo Sulit Urus Jaminan Kesehatan

Padahal ancaman kesehatan mereka semakin besar, seiring lamanya semburan lumpur Lapindo.

surya/sugiharto
Atap rumah warga terendam lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo, Senin (26/5/2014). 

SURYA Online, SIDOARJO - Ribuan korban lumpur, terutama dari golongan keluarga miskin (gakin) semakin nelangsa.

Mereka harus pontang-panting mendapatkan layanan kesehatan. Kondisi ini terjadi karena mereka hidup tanpa  jaminan kesehatan.

Padahal ancaman kesehatan mereka semakin besar, seiring lamanya semburan lumpur Lapindo.

Harwati, korban lumpur dari Desa Siring, Kecamatan Porong, menyebut ada ribuan warga korban lumpur Lapindo yang tidak tercover jaminan kesehatan. 

“Alasan Dinas Kesehatan lucu. Kami dianggap terlambat mendaftar. Padahal kami sama sekali tidak pernah dapat sosialiasi,” kata Harwati, Senin (26/5/2014).

Perempuan 43 tahun itu mengaku sudah berjuang bersama para tetangganya sejak 2011.

Ketika jaminan kesehatan masih bernama Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Mulai tahun ini, jaminan kesehatan itu berganti menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Herwati menceritakan, awalnya.ia dan korban lumpur meminta didaftarkan Jamkesmas, namun gagal.

Sebelumnya, nama-nama mereka juga gagal masuk ke Jamkesda dengan alasan terlambat mendaftar.

Berbagai instansi mereka datangi. Mulai dari kelurahan, kecamatan, DPRD sampai Pemkab Sidoarjo.

Jawaban yang didapat Harwati sangat normatif. Isinya lebih banyak janji. Harwati menilai, janji itu sampai saat ini belum terealisasi.

Beberapa warga memang kemudian  mengurus surat keterangan miskin (SKTM) ke kelurahan.

Surat ini bisa menjadi pengganti bagi warga miskin yang tidak memiliki kartu Jamkesmas untuk mendapatkan pengobatan gratis.

Tapi tidak sedikit warga yang frustrasi karena merasa dipingpong.

"Kalau mengingat dipingpong-pingpong ini,  kami merasa kok seolah-olah orang miskin seperti kami ini dilarang sakit. Ya Allah, kok tega-teganya memperlakukan kami begitu,” tutur Herwati. (idl/ben)

Sumber: Surya Cetak
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved