Sarung Terlalu Besar, Syahrul Kalah Dalam Lomba Yang Digagas Komunitas Ini
Ia kesulitan meraih dua sisi sarung yang berukuran dewasa, dan merasa tenggelam saat membentangkan sarung.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, MALANG – Wajah Syahrul (11) terlihat murung diantara teman-temannya yang asyik bermain di sebelah utara alun-alun Kota Malang, Selasa (27/05/2014) pagi.
Saat ditanya mengapa, siswa kelas 5 SD Negeri Kota Lama 3 menjawab baru saja kalah dalam lomba memakai sarung.
Penyebab kekalahannya pun sepele, yakni sarung yang menjadi peralatan lomba terlampau besar bagi Syahrul yang memiliki tinggi sekitar 110 centimeter ini.
Ia kesulitan meraih dua sisi sarung yang berukuran dewasa, dan merasa tenggelam saat membentangkan sarung. Akhirnya, lipatan sarung Syahrul di pinggang tidak rapi.
Ia kalah dalam lomba yang digagas Komunitas Peduli Anak Yatim dan Anak Jalanan, serta Griya Baca Jalan Basuki Rahmat, Selasa pagi.
“Saya kalahnya pas babak pertama,” kata Syahrul pada SURYA Online, Selasa (27/5/2014).
Kendati begitu, Syahrul tak menyerah. Ia masih menginginkan terlibat dalam lomba selanjutnya.
Ketua Pelaksana Lomba, Lukman Suprayitno mengatakan ada empat jenis perlombaan yang berlangsung sejak Selasa pagi.
Selain lomba memakai sarung, juga ada lomba menggambar, membuat kaligrafi, dan menyuarakan azan.
“Ada 60 anak yang ikut berlomba,” kata Lukman.
Mereka yang turut dalam lomba ini, kata Lukman berasal dari anak-anak jalanan yang dibina Griya Baca.
Mereka tergolong anak spesial karena dandanannya yang tak lusuh dan gaya bicaranya yang tertata walaupun masih malu-malu dalam mengemukakan pendapatnya sendiri.
Pembina Griya Baca, Tri Jayanti mengatakan setiap dua kali dalam satu minggu, anak-anak jalanan akan bertandang ke Griya Baca untuk belajar.
“Disini mereka akan les, atau sekedar membaca buku koleksi Griya Baca secara gratis,” katanya.
Tri menambahkan sejak berdiri lima tahun hingga sekarang jumlah anak yang mereka bina sudah mencapai ratusan orang.
Kendati begitu, mereka yang aktif dalam komunitas tersebut masih sedikit.
Ia memperkirakan sekitar 60 anak saja yang aktif bertandang ke Griya Baca tiap minggunya.
Nah, mereka inilah yang diundang terlibat dalam lomba yang juga dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.