Hari ini, MNC TV Gelar Audisi Da'i Muda di Masjid Al Falah Surabaya

Selama dua hari ini, Sabtu hingga Minggu (18/5/2014) Panitia akan menjaring dai-dai muda yang punya potensi.

ist
Para Juri Dai Muda MNCTV di Surabaya 

SURYA Online,SURABAYA - MNC TV kembali menggelar audisi Dai Muda, setelah vakum hampir selama 10 tahun.

Ajang  Da’i & Da’iah yang digelar MNCTV pada tahun 2005-2006 melahirkan beberapa pendakwah muda yang hingga kini aktif melaksanakan syiar agama, baik di Tanah Air maupun di mancanegara.

Di antaranya, Da’i Zacky, Da’i Koko Liem, Da’iah Lulu, Da’iah Didah, Da’i Nanang, Da’i Payage, Da’i Albar, Da’i Umar, Da'iah Wardah.

Selain meraih penghargaan “Syiar Ramadhan Award 2005” dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tayangan ini juga menginspirasi hadirnya program-program sejenis di stasiun televisi lain.

Jelang Ramadhan, MNCTV tahun ini menggelar program serupa dengan kemasan yang lebih segar, dengan tajuk "Da’i Muda Indonesia".

Pagi ini pendaftaran sekaligus audisi Dai - dai Muda V di Surabaya digelar di Masjid Al Falah yang berlokasi di JL Darmo Surabaya.

Selama dua hari ini, Sabtu hingga Minggu (18/5/2014) Panitia akan menjaring dai-dai muda yang punya potensi.


Adapun syarat utama u ntuk mengikuti Audisi Dai-dai Muday Dai yakni berumur 16-30 tahun.

"Kami mencari dai-dai muda berbakat di Surabaya, juga di kota-kota lain seperti Makassar, Semarang, Bandung, Medan dan Jakarta. Di Surabaya, audisi kami gelar di Masjid Al Falah Surabaya," ujar produser Dai Muda Indonesia, Hasan Bisri di Surabaya, kemarin (16/5).

Saat audisi, peserta harus melalui beberapa tahapan penilaian. Seperti materi yang disampaikan, kefasihan membaca Alquran dan hadist, ketepatan pemakaian dalil, retorika, dan penampilan.

"Kami targetkan ada 400 peserta di Surabaya ini. Nanti kami sharing menjadi 6 kontestan yang akan kami bawa ke Jakarta untuk selanjutnya diberikan pembekalan di Pondok Dai. Mereka akan diberikan pelatihan bagaimana cara berdakwah yang baik,'' tandas Hasan, didampingi jebolan acara Dai Muda Indonesia, Dai Wawan (Dosen Fakultas Syariah UINSA Surabaya) dan Dai Deden (juri).

Ketua Komisi Dakwah MUI Jatim KH Fauzi Afandi menyambut baik acara ini. Sebab Surabaya pada khususnya guna menumbuhkan kreatifitas generasi muda agar tak mudah terpengaruh unsur luar yang tak sesuai dengan akhlak dan keimanan serta budaya.


"Kami berharap, lulusan dai dalam kontes ini akan turut memakmurkan masjid.Sebab di Surabaya ada sekitar 10 ribu masjid, dan 43 ribu masjid di Jatim. Kualitas dai muda kita sudah cukup bagus meski masih terus belajar," tegasnya.

Disinggung beberapa kasus yang menimpa dai muda di Indonesia, ia menyatakan bahwa dai juga manusia. Kadang-kandang punya kesalahan.

"Jangan dilebih-lebihkan. Dai yang sudah tua juga pernah melakukan kesalahan. Yang penting harus diingat, dai itu harus mengajak kepada kebaikan. Harus menjaga sikap dan perilaku,'' tandasnya.

Sementara Dai Wawan berharap, kehadiran audisi dai ini tidak membuat masyarakat malah apatis di tengah-tengah ramainya kasus yang menimpa dai muda.

"Saya yakin acara ini masih diharapkan oleh masyarakat. Saya banyak ditanya kapan ada acara dai2 lagi.

Masyarakat pasti sudah dewasa dan bisa membedakan mana acara yang sebagai panutan, mana yang tontonan,'' pungkasnya.

Tags
MNC TV
Penulis: Yoni
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved