Final Liga Europa 2014
Benfica Belum Mampu Akhiri Kutukan Eropa
Benfica pernah mencatat prestasi gemilang ketika menjadi juara Piala Eropa (sekarang Liga Champions)
SURYA Online,TURIN - Benfica belum mampu mengakhiri kutukan selama 52 tahun untuk menjadi juara Eropa. Tim raksasa Liga Portugal itu lagi-lagi menuai kegagalan ketika tampil di final Liga Europa, Rabu (14/5/2014), karena kalah adu penalti melawan wakil Spanyol, Sevilla.
Dalam pertandingan di Juventus Stadium itu, Benfica tak mampu mencetak gol meskipun mendapatkan sejumlah peluang bagus selama waktu normal 90 menit plus 2x15 menit babak perpanjangan waktu.
Saat adu penalti, dua penendang Benfica gagal mencetak gol sehingga mereka akhirnya menyerah 2-4.
Ini menjadi anti-klimaks performa tim besutan Jorge Jesus, yang secara meyakinkan menjejakkan kakinya di final kompetisi nomor dua di Eropa tersebut. Pasalnya, mereka tak pernah kalah selama fase penyisihan grup dan hanya dua kali bermain imbang (melawan Tottenham Hotspur di leg kedua babak 16 besar dan Juventus pada leg kedua semifinal).
Benfica pernah mencatat prestasi gemilang ketika menjadi juara Piala Eropa (sekarang Liga Champions) selama dua musim berturut-turut pada 1961 dan 1962.
Tetapi setelah itu, mereka tak pernah bisa lagi mengangkat trofi kompetisi Eropa, baik Liga Champions maupun Liga Europa, yang dulu bernama Piala UEFA. Tampaknya kutukan menghinggapi tim dengan julukan The Eagles tersebut.
Bagaimana tidak, total sudah delapan kali mereka mencapai final kompetisi Eropa dengan perincian lima kali di ajang Liga Champions (1962–63, 1964–65, 1967–68, 1987–88, 1989–90) dan tiga kali di Liga Europa (1982–83, 2012–13, 2013–14). Semuanya berakhir dengan kegagalan. Musim lalu, Benfica pun takluk dari Chelsea di partai puncak.
Padahal, untuk tahun ini mereka sangat difavoritkan menjadi juara. Keberhasilannya menyingkirkan Juventus di babak semifinal dengan agregat 2-1 membuat Luisao dan kawan-kawan sangat diperhitungkan untuk mengakhiri penantiannya yang sudah lebih dari setengah abad.
Namun fakta berbicara lain. Dominasi yang diperlihatkan selama 120 menit pertandingan di markas Juventus itu tak cukup membawa Benfica untuk mengangkat trofi Liga Europa.
Sevilla, yang pernah menaklukkan Benfica 3-1 dalam satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya di Piala Eropa musim 1957/58, berhasil meraih kemenangan lewat drama adu penalti, sekaligus meraih gelar ketiganya di Liga Europa/Piala UEFA, yang membuat mereka sejajar dengan Juventus, Inter Milan dan Liverpool, yang sudah tiga kali menjuarai event tersebut.