Jumat, 1 Mei 2026

40 Warga Pamekasan Keracunan Gado-gado

Rawat inap yang kami lakukan ini, karena mereka rata-rata mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.

Tayang:
Penulis: Muchsin | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, PAMEKASAN – Sekitar 40 warga Dusun Lancar Daja, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, keracunan, setelah mereka menyantap hidangan gado-gado saat mengikuti pengajian di rumah Subli (50), warga setempat.

Dari 40 warga tua muda, sebagian besar laki-laki, sebanyak 19 warga masuk Puskesmas Talang, 16 di antaranya menjalani rawat inap, karena kondisinya cukup parah, termasuk Subli sekeluarganya, yakni istrinya, Ny Harisah dan anaknya, Ny Ida (28) serta cucunya, Angga (5).

Walau hidangan gado-gado yang dimakan itu Selasa (13/5/2014) malam lalu, namun mereka yang keracunan baru dibawa ke Puskesmas, Rabu (14/5/2014) malam. Sebab siang harinya mereka sudah mendapatkan perawatan di rumah masing-masing, namun karena kondisinya belum membaik, sehingga dibawa ke puskesmas.

Karena jumlah pasien yang menderita keracunan membeludak dan ruang inap puskesmas terbatas, maka di antara pasien terpaksa ditempatkan berjejer di lantai beralaskan karpet dan bangku panjang untuk tempat duduk pengunjung.

Menurut sumber di lokasi kejadian, malam itu digelar pengajian rutin mingguan beranggotakan 40 orang semuanya pria, kebetulan tempatnya di rumah Subli. Setelah pengajian selesai, mereka disuguhi secangkir kopi dan makanan gado-gado.

Esok harinya, sejumlah anggota pengajian yang makan gado-gado itu kepalanya pusing, perutnya mules, kemudian mual disertai diare dan muntah yang terjadi berulang-ulang.

Begitu juga beberapa tetangga Harisah, yang tidak ikut pengajian mengalami hal serupa. Karen gado-gado buatan Harisah sendiri, selain disuguhkan kepada anggota pengajian, juga diantarkan ke sejumlah tetangga yang tidak menjadi anggota, sehingga walau mereka hanya menyantap sedikit, ikut menderita keracunan.

Kepada Surya, Muslim (28), salah seorang dari korban keracunan gado-gado, mengungkapkan, awalnya ia tidak menduga jika muntah berak yang diderita dirinya itu akibat keracunan gado-gado yang dimakan di rumah Subli.

Ia baru mengerti beberapa jam kemudian, setelah sejumlah tetangga sesama anggota pengajian mengalami hal sama. “Kemarin pagi, ketika perut saya mulas dan mencret, saya piker saya salah makan di tempat lain. Ternyata, akibat makanan gado-gado. Karena anggota pengajian dan tetangga yang ikut menikmati gado-gago pemberian Pak Subli juga keracunan,” kata Muslim.

Sedang Mohammad Sihan (63), korban keracunan lainnya mengatakan, ia yakin muntah berak yang dialami dirinya bersama anggota pengajian itu, akibat makan gado-gado. Namun ia tidak membenci atau ingin melaporkan Subli ke polisi, karena ini ketidaksengajaan tuan rumah. Sebab tuan rumah yang punya hajatan, sekeluarga juga ikut keracunan dan dirawat di puskesmas.

Diakui, kendati ia dan tetangganya menderita keracunan itu akibat makan gado-gado, namun untuk biaya perawatan dirinya ditanggung sendiri, tidak mau membebani Subli. “Kami yakin ini karena ketidaksengajaan,” kata Sihan.

Sementara Ny Harisah dan Ny Ida, tidak mau berkomentar mengenai musiba keracunan missal yang menimpa dirinya dan tetangganya. Ketika ditanya, ia mengaku tidak mengerti bagaimana mungkin gado-gago yang disuguhkan kepada anggota pengajian termasuk yang diantarkan ke tetangganya mengandung racun.

Kepala Puskesmas Talang, Larangan, Syaiful Tofan, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, ia mendapat laporan warga jika di desa itu terjadi wabah diare, lalu pihaknya menurunkan tim medis ke lokasi dan mendapatkan sekitar 40 warga dengan kondisi diare disertai muntah dan pusing.

“Rawat inap yang kami lakukan ini, karena mereka rata-rata mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Dan dugaan sementara akibat keracunan makanan gado-gado. Namun penyebab pastinya, kami tidak bisa menentukan, karena perlu uji laboratoriuam,” kata Syaiful Tofan, Kamis (15/5/2014).

Dikatakan, jika pasien keracunan makanan ini tidak mengalami dehidrasi kembali, maka kemungkinan besar, malam hari sudah bisa pulang, karena kodisi mereka saat ini sudah membaik.

Kapolsek Larangan, AKP Bambang Hermanto, mengakatakan, saat ini anggotanya sudah meminta keterangan lisan kepada tuan rumah, yang memberi suguhan gado-gado. Hanya saja, untuk menguak apa penyebab pastinya keracunan massal itu, cukup sulit. Sebab sisa makanan gado-gado sudah tidak ada, sehingga tida bisa dilakukan uji lab.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved