Bahaya Intai Jari Hiperaktif
Setahun Aktif Ngegame, Keluhan Mulai Muncul di Bagian Tangan
Belakangan, bocah yang kini duduk di kelas VIII itu bisa ‘menguangkan’ hobinya itu.
SURYA Online, SURABAYA - Fai mengaku terobsesi dengan game karena banyak hal. Pertama, dia menganggap bermain game bisa membuatnya mengerti banyak hal.
Fai mencontohkan, dari game itu dia bisa belajar sejarah perkembangan Eropa.
Dari. game-game kegemarannya, Fai juga sampai hapal jenis senjata api, mulai dari senjata kuno sampai jenis terbaru.
Belakangan, bocah yang kini duduk di kelas VIII itu bisa ‘menguangkan’ hobinya itu.
Puluhan software game yang dimilikinya, disewakan kepada teman, bahkan guru kursusnya.
“Dari persewaan itu, saya bisa membeli berbagai game seri terbaru,” katanya polos.
Setahun berlalu, Alfia menyadari ternyata ada yang bermasalah dengan kesehatan Fai. Keluhan muncul meliputi mata, keluhan di leher, dan pinggang.
Alfia melihat sendiri Fai juga sering mengibaskan lengan dan pergelangan kalau merasa lelah bermain game. Kalau sudah begitu, cream pereda rasa nyeri otot menjadi andalan.
“Ma, Counterpain-nya di mana?” ujar Alfia menirukan kalimat yang sering diucapkan Fai saat mencari cream pereda nyeri otot.
Usai mengoles tangan dengan cream, biasanya Fai merasa kembali lega.
Istri dari Herly Juniarto itu menganggap keluhan dan kebiasaan anaknya itu akibat capek saja.
Ia mengaku kurang memperhatikan gejala carpal tunnel syndrome (CTS). Alfia pun berencana memeriksakannya.
Apalagi Fai juga mengeluhkan keluhan di tengkuk dan lengan.
Selama ini, Alfia lebih fokus menangani urusan dampak mental. Ia pernah membawa Fai ke pskiater untuk memeriksakan kondisi mentalnya.
“Saya perhatikan urusan mental dulu agar dia bisa me-manage hobinya,” kata Alfia.
Memang setelah ada sentuhan psikiater, kebiasaan Fai bermain game sudah mulai menurun.
Semenjak naik kelas VIII, Fai lebih tertarik dengan film dan fotografi. Hanya saja, hobi baru Fai itu tidak lepas dari ketak ketik laptop.
Nah, dampak aktivitas jari-jemari inilah yang kini ingin dilihat Alfia dengan memeriksakannya ke dokter. (idl)