Kuasa Hukum SAIP Imbau Hakim Berhati-hati Keluarkan Putusan

Diperlukan kehati-hatian memutuskan perkara gugatan lain – lain,

Kuasa Hukum SAIP Imbau Hakim Berhati-hati Keluarkan Putusan
ilustrasi

SURYA Online,SURABAYA – Kuasa Hukum PT Surabaya Agung Industri Pulp dan Kertas (SAIP)    Taufik Riyadi  mengimbau  majelis hakim  di Pengadilan Surabaya berhati-hati memutuskan perkara gugatan lain-lain,  dalam kepailitan yang diajukan  Tim  Kurator PT SAIP,  Jandri Onasis Siadari SH LLM dan Drs Joko Prabowo SH terhadap  polisi, jaksa, dan pelapor dalam perkara pidana.

Perkara pidana tersebut adalah perkara tersendiri, di mana Tim Kurator diduga terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen piutang PT ZT Holding Pte Ltd, yang berujung pada pemailitan PT SAIP dan diberhentikannya ribuan karyawan perusahaan itu.

“Diperlukan kehati-hatian  memutuskan perkara gugatan lain – lain, karena dalam Undang Undang Kepailitan  tidak ada yang mengatur tentang pemberhentian sebuah penyidikan maupun perkara pidana yang lain. Kami melihat gugatan ini aneh dan sidangnya juga aneh,” kata Taufik ketika dihubungi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/5/2014).

Dia juga meragukan sidang putusan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (12/5) siang, yang dinilainya sarat rekayasa.  

“Kami meragukan persidangan ini karena majelis hakim pada saat pemeriksaan saksi dan saksi ahli sudah mengarahkan kepada Pasal 81 KUHP. Padahal, konteksnya sangat berbeda,” ujar dia.

Lebih lanjut,   Taufik mengungkapkan ada informasi bahwa ada oknum  berusaha membangun opini di masyarakat dengan mempengaruhi independensi wartawan bahwa apa yang akan dilakukan terhadap PT SAIP adalah sesuai Undang Undang (UU)  yang berlaku.

“Saya sempat mendengar  isu tidak sedap bahwa  azda oknum  mengumpulkan sejumlah wartawan  di Tretes dalam upaya membangun opini terhadap putusan,  yang akan diputuskan  besok (Senin, 12/5). Saya tidak percaya dengan isu itu. Bagi saya itu hoax.  Saya yakin, wartawan tidak bisa dipengaruhi,” katanya.

Sebelumnya  diberitakan, salah seorang kurator pengurus PT SAIP, Jandri Onasis Siadari ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana pemalsuan keterangan dalam laporan kepada hakim pengawas terkait isinya, yang menyatakan bahwa kreditur PT  ZT Holding Pte Ltd hingga batas waktu yang ditentukan belum menyerahkan dokumen tagihan kepada pengurus.  

Tersangka masuk dalam perkara kepailitan ini setelah di tunjuk   Pengadilan Niaga Surabaya untuk menjadi salah satu pengurus PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).

Akibat  pemalsuan keterangan dalam dokumen tersebut  membuat PT Surabaya Agung Industri Pulp,  yang berlokasi di Jalan Kedungdoro Surabaya jatuh pailit. 

Tags
peradilan
Penulis: Yoni
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved