Yayasan Bangun Sehat Indonesia
Berdayakan Komunitas Marjinal
Di tahun ini, YBSI yang digawangi pasangan suami istri (pasutri) Mayor Laut (K) dr Hisnindarsyah dan Virly Mevitasari itu, melakukan pengembangan.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Setelah terbentuk sejak April 2002, Yayasan Bangun Sehat Indonesia ku (YBSI) telah mencapai usia 12 tahun. Di tahun ini, YBSI yang digawangi pasangan suami istri (pasutri) Mayor Laut (K) dr Hisnindarsyah dan Virly Mevitasari itu, melakukan pengembangan kegiatan dengan merangkul komunitas marginal di untuk diperdayakan.
Kegiatan bersama komunitas marjinal diawali di Jogjakarta, mereka lakukan dengan mengunjungi komunitas waria dan masyarakat pinggiran Kali Code. Komunitas waria yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, yang dikenal sebagai Ponpes Waria, pimpinan almarhum Hj Mariani. Kemudian ke Komunitas Kebaya dan komunitas Waria Ebeneizer.
"Sebelumnya kami bertemu mereka saat mengikuti kegiatan seminar di salah satu hotel di Surabaya. Setelah pertemuan itu, kami ingin mengunjungi mereka dan hasilnya banyak hal yang bisa kami lakukan bersama," jelas Virly, sebagai ketua YBSI.
Didampingi sang suami, Mayor Laut (K) dr Hisnindarsyah, Virly mengungkapkan, di tiga tempat itu, mereka bertemu dengan para pimpinan dan anggotanya. Di Ponpes Al-Falah, ditemui Bunda Ratri, pengganti Hj Mariani.
Ponpes ini dikenal sebagai ponpes dengan mayoritas santrinya para waria. Ditempat itu, para waria yang masuk, mendapatkan kegiatan belajar agama Islam, seperti mengaji, sholat, dan kajian Al-Quran. Mereka bisa melakukannya dengan peralatan ibadah yang mereka rasakan nyaman dan sesuai keinginan. Ada yang mengenakan mukena, ada yang mengenakan sarung dan songkok. "Semua terserah masing-masing," jelas dr Hisnin, menambahkah penjelasan sang istri.
Selanjutnya di komunitas Kebaya (Keluarga Besar Waria Yogyakarta), Virly yang datang bersama dr Hisnin dan dua anak serta tiga pimpinan Kebaya, Bunda Vinolia atau yang akrab disapa Bunda Vin serta sekretaris Komunitas, Rully. Di tempat itu, mereka melakukan komunikasi untuk menyiapkan event festival budaya yang digelar pada 16 April 2014.
Di tempat ketiga, yaitu di kelompok LSM Ebenezer, yang anggotanya tidak hanya waria, tapi juga gay, lesbian, dan biseksual. Ditempat itu, YBSI, melakukan pertemuan dan ikut dalam pembahasan festival budaya yang akan diisi berbagai kegiatan kesenian. Terutama kesenian pertunjukan panggung, seperti tari, drama, sandiwara, ketoprak, dan sejenisnya. Selain membicarakan tentang kegiatan budaya, YBSI juga memberikan bantuan berupa obat-obatan, buku-buku, dan uang tunai.
"Bantuan serupa juga diberikan kepada dua kelompok lainnya, yaitu di Ponpes Al-Falah dan Kebaya.
Atas pertemuan itu, Virly mengaku, pihaknya melakukan komitmen untuk terus melakukan kerjasama dalam berbagai bidang.
"Kalau YBSI sendiri kan pokoknya adalah bidang kesehatan. Jadi kami selalu siapkan bakti sosial pengobatan gratis. Mulai dari pemeriksaan sampai obat-obatan," jelas Virly.
YBSI sendiri, selama ini sudah melakukan kegiatan sosial di banyak bidang. Selain berkunjung ke komunitas marjinal di Yogyakarta, YBSI juga banyak melakukan kegiatan sosial ke pasien-pasien kurang mampu, para penderita HIV/AIDS, waria, dan kelompok marjinal lainnya.
Khusus kelompok waria di Yogyakarta, Virly dan dr Hisnin mengakui bila kelompok di Yogyakarta lebih aktif berkomunikasi dan berorganisasi. Mereka memiliki waktu yang cukup banyak untuk saling bertemu, berdiskusi, mendapatkan fasilitas pemeriksaan dan pengobatan, serta kegiatan-kegiatan lainnya.
"Persaingan tetap ada, tapi mereka juga kompak bila terkait dengan kegiatan kelompok. Saya sangat salut melihat mereka," tandas dr Hisnin.
Bagi YBSI ini, kegiatan kunjungan ke komunitas marjinal di Yogyakarta merupakan kegiatan yang hampir bersamaan dilakukan disela kegiatan bakti sosial karena bencana alam. Seperti bencana meletusnya Gunung Kelud pada Februari 2014 lalu di wilayah kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang. Serta banjir bandang di wilayah kabupaten Situbondo.
Dalam aksi sosialnya, YBSI tidak sendiri. Tapi juga menggandeng berbagai lembaga sosial lainnya, seperti Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) dan Surya Crisis Center (SCC).