Breaking News:

Bioskop Merdeka Dibongkar

Pembongkaran Bioskop Merdeka menuai kritik dari pemerhati cagar budaya, Dwi Cahyono

Bioskop Merdeka Dibongkar
surya/samsul hadi
ROBOH - Warga melintas di depan bangunan kuno Bioskop Merdeka di Jalan Basuki Rahmat yang kondisinya sudah dibongkar, Rabu (7/5/2014).

SURYA Online, MALANG - Bangunan kuno peninggalan zaman Belanda yang dibangun pada 1928, Bioskop Merdeka di Jl Basuki Rahmat (Kayutangan) Kota Malang dibongkar dan rencananya akan digantikan bangunan hotel.

Pantauan di lokasi, Rabu (7/5/2014), menunjukan, bioskop tersebut sudah hampir rata dengan tanah. "Sudah sejak dua bulan lalu dibongkar. Sekarang pekerjanya masih libur. Katanya mau dibangun hotel," kata Indra Kurniawan (28), tukang parkir di depan bioskop tersebut.

Pembongkaran Bioskop Merdeka menuai kritik dari pemerhati cagar budaya, Dwi Cahyono yang menganggap Pemkot Malang tidak bisa melindungi dan melestarikan benda bersejarah di Kota Malang.

"Jika dibiarkan, pembongkaran bangunan Bioskop Merdeka bisa terjadi terhadap bangunan kuno lain di Kota Malang. Seharusnya Pemkot Malang bisa melindungi bangunan bersejarah yang ada di Kota Malang," katanya.

Dikatakannya, posisi Pemkot Malang lemah dalam melindungi bangunan bersejarah di Kota Malang karena sampai sekarang Pemkot Malang belum mempunyai Peraturan Daerah (Perda) tentang Benda Cagar Budaya.

"Kami pernah mendata benda cagar budaya di Kota Malang. Untuk bangunan jumlahnya 180 bangunan cagar budaya dan ada 20 kawasan yang menjadi cagar budaya. Tetapi Pemkot tidak punya payung hukum untuk melindungi benda cagar budaya tersebut. Untuk itu perlu segera ada Perda tentang Cagar Budaya di Kota Malang," ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Yaqud Ananda Gudban, mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Benda Cagar Budaya sudah pernah dibahas di DPRD Kota Malang, namun berhenti di tengah jalan.

Menurutnya, berhentinya pembahasan Raperda itu karena terganjal masalah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Malang. "Seharusnya Kota Malang memiliki Perda tentang Benda Cagar Budaya. Perda tersebut untuk melindungi bangunan cagar budaya sehingga identitas Kota Malang sebagai kota Heritage bisa dipertahankan," katanya.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan, saat melakukan pendataan bangunan cagar budaya di Kota Malang, Bioskop Merdeka tidak ikut didata karena kondisi bangunan sudah rusak parah.

"Kalau melihat usia bangunan seharusnya masuk benda cagar budaya. Tetapi kondisi bangunannya sudah rusak parah. Bangunan di dalam sudah hancur, makanya tidak kami masukkan dalam pendataan," katanya.

Perlu diketahui, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang melakukan pendataan bangunan peninggalan Belanda mulai 2011 sampai 2013. Ada 67 bangunan kuno yang didata Dinas Kubadayan dan Pariwisata dari target 100 bangunan kuno yang didata untuk diajukan menjadi benda cagar budaya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved