Pulau Sempu Diusulkan Jadi Wisata Alam Terbatas

Tidak secara total Pulau Sempu mejadi kawasan wisata alam. Hanya sebagian kecil yang selama ini menjadi favorit wisatawan, seperti Segara Anakan.

Pulau Sempu Diusulkan Jadi Wisata Alam Terbatas
surya/david yohanes
Lokasi perkemahan di Segara Anakan, Pulau Sempu.

SURYA Online, MALANG - Status Pulau Sempu di Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang akan diubah dari cagar alam menjadi kawasan wisata alam terbatas. Perubahan status ini salah satunya mempertimbangkan faktor ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Pulau Sempu, Setiadi, perubahan status tersebut sudah diusulkan tahun 2010. Namun hingga saat ini belum ada jawaban dari BKSDA Provinsi.

Tidak secara total Pulau Sempu mejadi kawasan wisata alam. Hanya sebagian kecil yang selama ini menjadi favorit wisatawan, seperti Segara Anakan. Perubahan ini juga masih menunggu rekomendasi dari Pemkab Malang.

“Wisata ke Pulau Sempu sudah menjadi bagian sumber pendapatan ekonomi nelayan dan masyarakat sekitar. Jika kami tutup total, mereka akan protes ke kami,” terang Setiadi, Selasa (6/5/2014).

Sebagai Cagar Alam, Pulau Sempu sebenarnya hanya untuk penelitian dan pendidikan. Namun indahnya alam di Segara Anakan mengundang wisatawan untuk datang. Keindahan Sempu juga menyebar dari mulut ke mulut dan media sosial.

Seharusnya, izin memasuki Pulau Sempu harus diajukan ke BKSDA Jawa Timur. Namun banyak wisatawan nakal yang masuk diam-diam, dengan mengupah nelayan untuk mengantarkan mereka. BKSDA Resort Sempu akhirnya memberikan izin, dengan sejumlah syarat, di antaranya menjaga kebersihan area Sempu.

“Dari pada wisatawan nekat masuk tanpa izin, akhirnya kami berikan izin. Sebab meski mereka masuk secara ilegal, kalau terjadi sesuatu dengan mereka, kami juga yang disalahkan,” tutur Setiadi.

Pulau Sempu mempunyai 877 hektar. Di dalamnya terdapat sejumlah binatang yang cukup langka. antara lain lutung jawa (tracypithecus auratus), kera hitam (presbitis cristata pyrrha), kera abu-abu (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus sp), kijang (muntiacus muntjak), kancil (tragulus javanicus) dan raja udang (alcedo athis).

Penulis: David Yohanes
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved