Summer Program Ubaya

Mahasiswa Thailand Tampilkan Tarian Gemulai

Pertunjukan tarian digelar di Auditorium Fakultas Hukum, Kampus Universitas Surabaya, Tenggilis, Senin, (5/5/2015).

SURYA Online, SURABAYA  – Pertunjukan tarian digelar di Auditorium Fakultas Hukum, Kampus Universitas Surabaya, Tenggilis, Senin,  (5/5/2015). Pakaian dan dandanan ketiga penarinya berbeda. Ada yang hanya memakai stelan baju dan celana pendek (jongkrabane) dengan rambut diikat ke atas tanpa hiasan cha da (semacam mahkota berbentuk pagoda).

Ada juga yang mengenakan kain panjang berwarna cerah dengan bagian atas lengan pendek atau terbuka menyerupai kemben lengkap dengan cha da besar dan cha da kecil.
Gerakan mereka pelan dan gemulai sementara tangannya memainkan lilin yang diletakkan dalam karton berbentuk bunga. 

Itu adalah tarian Boot Sa Bah Sieng Tien yang dimainkan tiga mahasiswa Mahidol University,  Thailand yang sedang mengikuti summer program di Ubaya.

Nattapatporn Pengtovong, salah satu mahasiswa asal Mahidol University mengungkapkan, tarian ini menceritakan tentang cinta seorang perempuan yang diwujudkan dengan pemanjatan doa-doa kepada Tuhan agar menjaga kekasihnya.

“Ini termasuk tarian klasik yang ada di Thailand,”sebut mahasiswa program studi Farmasi.

Dijelaskan Nattapatporn, pakaian yang dikenakan ketiga penari ini melambangkan usia mereka. Dia mencontohkan pakaian kain celana pendek dengan atasan pendek yang melambangkan anak-anak. Sementara bawahan kain panjang dan lengan pendek dia menyebutnya Thai Fusion sementara bawahan kain dan atasan kemben dia menyebutnya Jak Gree.

Selain tarian klasik, juga ditampilkan tarian Ram Wai Kru Muay Thai yang dimainkan Sittichai Promaim. Tarian ini mengandalkan pada kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh penarinya. “Ada tiga unsur dalam tarian ini yakni penghormatan kepada guru, pemanasan dan membangun rasa percaya diri sebelum melawan musuh,”sebut Sittichai.

Tarian ini tak hanya dimainkan para mahasiswa Mahidol University, tetapi mereka juga mengajarkan pada Mahasiswa Ubaya yang menyaksikannya.

Dan imbal baliknya, mereka juga mendapat sajian dan pelajaran tarian kreasi baru Indonesia yang ditampilkan mahasiswa Ubaya.

“Tarian Indonesia sangat indah dan penuh kekuatan. Berbeda dengan tarian Thailand yang lebih lembut dan pelan,”sebut Nattapatporn.

Diakui gadis berambut sebahu ini, kedatangan dia dan 24 teman-temannya di Ubaya tak hanya belajar Farmasi, tetapi juga saling tukar menukar budaya dan bahasa. “Saya sama sekali tidak bisa bahasa Indonesia. Karena itu saya ingin belajar Indonesia di sini,”katanya.

Selama satu bulan di Indonesia mereka juga akan melakukan kunjungan ke rumah sakit nasional dan Puskesmas Pucang Sewu untuk belajar tentang Farmasi.

Mereka juga berkunjung ke Gunung Bromo dan Air Terjun Madakatipura, Probolinggo. “Ternyata di Bromo sangat dingin sekali, Saya belum pernah merasakan kedinginan seperti itu. Tetapi pemandangannya sangat indah,” pujinya.

Tags
bela diri
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved