Robot-Robot UB dan UMM Naik Kelas

Dua perguruan tinggi di Malang ‘naik kelas’ dalam kompetisi Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV di Universitas Negeri Malang

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Heru Pramono
surya/adrianus adhi
Tim robotik ZAHFRAZAHIRAH dari Universitas Brawijaya memamerkan dua juara yang mereka raih dalam Kontes Robot Seni Indonesia dalam Kontes Robot Indonesia 2014 regional IV di Universitas Negeri Malang, Sabtu malam. 

SURYA Online, MALANG – Dua perguruan tinggi di Malang ‘naik kelas’ dalam kompetisi Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV di Universitas Negeri Malang yang berlangsung mulai Kamis (01/05/2014) hingga Sabtu (04/05/2014). Mereka mencatat sejarah baru dalam hal perbendaharaan juara.

Dua perguruan tinggi ini adalah Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Masing-masing mendapat juara sebanyak enam buah untuk UB,  UMM mendapat tiga buah, dan Polinema mendapat satu buah.

“Seluruh kategori yang kami ikuti mendapat juara. Selain itu prestasi seluruh tim robot juga mengalami peningkatan,” kata salah satu Dosen pembimbing tim robotik UB, Eka Maulana ST MT Meng pada SURYA, Minggu.

Pada tahun ini, kata Eka, UB mengikuti empat dari lima kontes robet yang dipertandingkan dalam KRI Regional IV. Keempat kategori ini adalah Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), dan Kontes Robot Pemadam Api (KRPAI) kategori Beroda.

Untuk kategori KRAI dan KRPAI Beroda, UB berhasil menaikkan posisi peringkat mereka dalam perolehan juara. Ditahun sebelumnya UB mendapat juara harapan untuk dua kontes robot ini.

Sementara untuk KRSBI, UB juga berhasil melejit dengan menjadi pemenang harapan. “Kami baru pertama kali ikut KRSBI ini,” kata Eka.

Sementara untuk KRSI, dosen Teknik Elektro UB mengaku puas dengan performa tim robotik ZAHFRAZAHIRAH. Tim ini bisa mempertahankan posisi pertama dalam kontes robot yang disebut-sebut banyak tim sebagai kontes tersulit ketimbang kategori lainnya.

“Kemampuan robot kami sebenarnya baru 80 persen. Belum sempurna betul semuanya, karena itu di kontes selanjutnya, kontes nasional, kami akan memperbaiki performance seluruh robot yang kami gunakan,” kata Eka yang kala itu didampingi Dosen Pembimbing Robot ZAHFRAZAHIRAH, Goegoes Dwi Nusontoro ST.

Sama seperti UB, UMM juga mengalami peningkatan dalam hal prestasi robot. Dua dari tiga robot yang mereka tandingkan dalam KRI 2014 Regional IV ini bisa mendapat juara, bahkan perguruan tinggi yang beralamat di Jalan Tlogo Mas ini mendapat dua juara sekaligus pada KRPAI Kategori Berkaki, yakni menjadi pemenang pertama dan inovasi terbaik.

Selain kategori ini, tim robotik Zharaful Z’ 14 milik UMM juga menjadi pemenang kedua untuk kategori KRAI. Di kontes serupa pada tahun sebelumnya, UMM hanya meloloskan satu robotnya saja yang menjadi juara harapan dalam KRPAI kategori Berkaki.

“Persiapan kami sebetulnya hanya tiga bulan, tapi hasil akhirnya seperti ini. Kami senang,” kata Ketua Tim Robot Dome UMM, Zainal Buchori.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UMM angkatan 2011 ini mengatakan robot Dome yang bertanding dalam KRI 2014 ini mengalami banyak perubahan dibanding kontes serupa di tahun sebelumnya. Perubahan itu terletak pada tinggi kaki robot yang pendek. Ini mereka lakukan untuk mempercepat langkah robot di kontes KRPAI.

“Selain itu ada juga perubahan dari kontrol dan proses algoritmanya,” kata Zainal.

Perubahan seperti ini membuat tim robot yang beranggotakan Zainal, Ahmad Wildanul Firdaus  dan Aulia Arif Wardhana (ketiganya adalah mahasiswa UMM jurusan Teknik Informatika) menjadi tidak tertandingi. Mereka bisa memperoleh waktu tercepat dalam kontes tersebut.

Selain dua perguruan tinggi, Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan Universitas Negeri Malang (UM) juga berhasil mempertahankan gelar juara mereka. Polinema menjadi Pemenang Inovasi Terbaik dalam kontes KRPAI kategori beroda, dan UM menjadi pemenang harapan Desain Terbaik untuk kategori serupa.

Rektor UM, Prof Drs Suharno Msc Phd mengatakan akan mengevaluasi penyelanggaraan kontes ini, termasuk dua tim robotik yang berlaga. “Kami akan berusaha menampilkan yang terbaik dalam kontes berikutnya,” kata Suharno saat menutup KRI Regional IV.

Tags
two piece
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved