Sabtu, 11 April 2026

Ujian Nasional 2014

Kepala SMAN 12 : Saya Baru Tahu Ketika Polisi Datang ke Sekolah

Pertanyaannya seputar pengawasan saat Unas, tidak ada hal yang baru

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata

SURYA Online, SURABAYA -  Kepala SMA Negeri 12 Surabaya Hasanul Faruq, memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan di Subunit Vice Control (VC) Unit Kejahatan Umum (Jatanum) Polrestabes Surabaya.

Hasan diperiksa terkait peredaran kunci jawaban Ujian Nasional (Unas) di sekolah yang dipimpinnya.

"Tidak lama kok, sekitar satu jam. Pertanyaannya seputar pengawasan saat Unas, tidak ada hal yang baru," kata Hasan kepada SURYA Online, Kamis (24/4/2014).

Menurut Hasan, dirinya diberi pertanyaan soal kunci jawaban Unas yang beredar.

Dia ditanya apakah mengetahui adanya kunci jawaban tersebut.

"Saya ditanya apakah sebelumnya saya tahu jika siswa saya memakai kunci jawaban. Ya saya jawab tidak tahu, karena saya baru tahu ketika polisi datang ke sekolah saya," kata Hasan.

Hasan menceritakan di hari terakhir pelaksanaan Unas, polisi mendatangi sekolahnya dan mengatakan jika ada siswa yang diketahui membawa kunci jawaban.

"Sebelum dilaksanakan Unas, tiba-tiba ada polisi datang ke sekolah saya. Saya justru tahunya dari polisi kalau ada siswa saya yang membawa kunci jawaban," kata Hasan.

Kehadiran Hasan ke Polrestabes Surabaya justru berharap, ada informasi perkembangan yang signifikan terkait kasus ini.

Dia berharap agar polisi bisa mengungkap siapa yang memberikan kunci jawaban pada siswanya.

"Saya datang ke Polrestabes ingin tahu apakah ada perkembangan, ternyata tidak ada informasi yang signifikan. Saya harap agar polisi bisa mengungkap kasus ini," kata Hasan.

Menurut mantan kepala sekolah SMAN 9 itu mengatakan, siswa-siswanya adalah korban.

"Ini harus diusut tuntas ke akar-akarnya," tambah Hasan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved