Sehat dengan Gula Siwalan
Gula merah atau gula Jawa tidak hanya dibuat dari air kelapa saja. Tapi juga bisa dibuat dari air nira pohon siwalan. Rasanya enak dan menyehatkan.
Oleh : Aflahul Abidin
Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
aflahulabidin2@gmail.com
Aren dan kelapa merupakan dua bahan yang lazim digunakan untuk membuat gula merah, Anda tentu sering menemuinya di pasar. Tapi apakah Anda tahu, gula merah juga bisa dibuat dari nira siwalan?
Di Lamongan, Jawa Timur, tepatnya di daerah Paciran, gula merah yang terkenal justru gula merah siwalan. Siwalan merupakan pohon palma yang mirip aren dan kelapa namun memiliki buah berbeda. Buah siwalan berbentuk bulat bulat dengan daging buah yang lembut. Pohon ini biasa tumbuh di daerah pesisir yang kering, seperti di daerah pantai utara Lamongan.
Gula merah siwalan terbuat dari sadapan air mayang (nira) pohon siwalan. Dalam bahasa setempat, nira siwalan ini disebut legen. Legen segar biasa diminum langsung atau dinikmati dengan tambahan es batu. Rasanya manis menyegarkan.
Akan tetapi, legen cepat sekali basi. Kesegarannya hanya bisa bertahan satu hari. Lebih dari itu, legen mengalami fermentasi, rasanya jadi kecut. Kandungan gula pada legen berubah menjadi cuka dan alkohol. Makin lama terfermentasi, makin tinggi kandungan alkoholnya. Dalam bahasa setempat, legen yang telah basi disebut tuak. Karena mengandung banyak alkohol, tuak bisa memabukkan.
Yang dipakai sebagai bahan baku gula merah hanya legen yang masih segar. Jika yang digunakan adalah legen basi, mutu gula yang dihasilkan tidak akan bagus.
Proses pembuatan gula merah siwalan tidak berbeda jauh dari pembuatan gula merah aren maupun gula merah kelapa. Nira siwalan direbus di dalam panci sampai kental dan warnanya menjadi kecokelatan. Untuk mengukur kekentalannya, biasanya legen direbus hingga volumenya tersisa seperempatnya saja.
Cairan kental ini bisa langsung dijual sebagai sirup gula siwalan. Biasanya dijual dalam kemasan air mineral. Untuk dijadikan sebagai gula merah, cairan kental ini masih harus direbus lagi sambil terus diaduk-aduk sampai sangat kental. Butuh waktu sekitar satu jam sampai cairan sirup siwalan siap masuk cetakan.
Cetakan yang dipakai bisa terbuat dari bambu, logam, plastik, atau bahan lainnya. Kalau dikehendaki bentuk yang unik, bisa digunakan cetakan agar-agar. Setelah masuk cetakan, cairan gula merah siwalan dibiarkan beberapa jam sampai padat dan bisa dilepas dari cetakan.
Harga gula merah siwalan Rp 20.000 per kilonya, memang sedikit lebih mahal daripada gula merah jenis lain dan juga gula pasir. Namun, untuk rasa, gula merah siwalan lebih harum dan gurih.
Bagi penderita diabetes, gula merah, khususnya gula merah siwalan bisa jadi alternatif untuk mengantikan gula pasir. Anda bisa mencampurkannya bersama teh, kopi, dawet, atau minuman manis lainnya. Selain karena rasa harum-manisnya yang khas, indeks glikemik gula merah cuma 35 (tergolong indeks glikemik rendah), lebih rendah dibanding gula pasir yang memiliki indeks glikemik 58 (tergolong indeks glikemik sedang).
Selain itu, gula merah juga memiliki kadar gula rendah yang berpengaruh pada lambatnya penyerapan glukosa. Logikanya, semakin lambat penyerapan kandungan gulanya, energi yang keluar akan semakin sedikit. Tubuh pun jadi tak mudah lemas.