Rabu, 29 April 2026

Proyek Terminal Bus Pariwisata, Menjadi Tempat Jemuran Ikan Asin

Masyarakat kecil harus diperhatikan. Jangan hanya membangun terminal yang ramainya hanya musiman

Penulis: Sugiyono | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, GRESIK - Proyek parkiran bus di Jl Martadinata, Kelurahan Lumpur, Gresik, yang akan digunakan untuk menampung bus pariwisata relegi di Makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim Jl Pahlawan, Gresik, berbalik menjadi jemuran ikan asin, sebab sampai saat ini belum diselesaikan, Jumat (18/4/2014).

Dari pantauan Surya Online, proyek parkir bus yang sudah berlangsung sejak 2013 itu sempat tertunda, sehingga tempat tersebut digunakan menjemur ikan asin oleh warga sekitar terminal.

Sempitnya lahan milik warga untuk usaha mejemur ikan asin, membuat warga sekitar proyek terminal bus pariwisata religi itu dimanfaatkan menjadi jemuran ikan asin. Tumpukan anyaman bambu untuk mengeringkan ikan asin berada di sekitar lapangan terminal yang selesai dipaving. 

"Seharusnya pemerintah menyediakan lahan untuk pengusaha ikan asin, sebab memerlukan tempat untuk menjemur ikan. Tidak digunakan terminal bus," kata Iim (42), pekerja menjemur ikan asin.

Dengan digusurnya lahan jemburan yang digunakan terminal bus pariwisata tersebut, warga menginginkan agar dibuatkan lahan jemuran di sekitar Pantai Lumpur dengan sistem disewakan. "Masyarakat kecil harus diperhatikan. Jangan hanya membangun terminal yang ramainya hanya musiman. Kita sewakan juga menampah pendapatan daerah," imbuhnya.

Rencana dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik, proyek terminal bus di Kelurahan Lumpur  karena terminal bus di Jl Pahlawan, Gresik, hanya mampu menampung 19 sampai 22 bus saat musim liburan, sehingga banyak bus pariwisata parkir di tepi Jl Pahlawan, akibatnya arus menjadi macet dan sering menimbulkan pungutan parkir liar.

"Sekarang mulai tahap dua pembangunan terminal bus di Kelurahan Lumpur. Nanti pengusaha ikan asin akan dibuatkan alat pengering ikan, biar tidak mengganggu terminalnya," kata Kepala Dinas PU Bambang Isdianto.

Menurut Bambang, dengan adanya proyek terminal bus pariwisata itu, Pemerintah Kabupaten Gresik tidak akan menyusahkan masyarakatnya. "Pemda tahu masalah itu. Tidak mungkin menyusahkan masyarakatnya. Pasti kita carikan solusinya," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved