Miras Oplosan Pembawa Maut
Minuman dari Pabrik Infus di Lawang
Riven ini diambil dari sebuah pabrik obat di Lawang dan diduga diambil secara ilegal oleh karyawan yang nakal.
Penulis: David Yohanes | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, MALANG - Bagi penggemar Minuman Keras (Miras) di Lawang, nama riven begitu terkenal karena murah dan efeknya seperti Miras berkelas. Cairan ini dikenal sebagai alkohol yang mudah dicampur dengan apa saja. Cairan riven ini yang diduga digunakan para korban Miras oplosan di Lawang, Kabupaten Malang.
Seorang petugas keamanan di Sri Gading, sebut saja Agus mengatakan, riven sudah terkenal di antara peminum dan sudah dikonsumsi bertahun-tahun dan tidak pernah ada efek apapun.
Sepengetahuan Agus, riven ini diambil dari sebuah pabrik obat di Lawang dan diduga diambil secara ilegal oleh karyawan yang nakal. “Mungkin ada orang dalam yang nakal, yang menjual riven kepada warga,” katanya, Jumat (18/4/2014).
Satu botol riven kualitas bagus ukuran 1,5 liter biasanya dijual Rp 100.000. Riven ini seperti alkohol namun tidak berbau layaknya lakohol karena itu riven mudah dicampur dengan aneka minuman beraroma buah, atau kopi.
Namun, lanjut Agus, jika cairan pencampurnya terlalu sedikit, riven terasa panas di tenggorokan. Karena itu penikmat Miras biasanya berkreasi dengan mencampur aneka minuman bersama riven, seperti minuman bersoda, kopi, ginseng, jahe atau minuman rasa jeruk.
“Istilahnya pintar-pintaran mencampur aneka minuman sehingga riven rasanya jadi enak. Semakin pintar mencampur, minumnya juga enak tapi memabukan,” katanya.
Dibanding membeli Miras yang mahal, penggemar Miras menganggap riven lebih enak, namun ada juga riven dengan kualitas buruk. Riven ini sangat panas jika diminum dan aromanya lebih kuat. Agus menduga, riven yang dikonsumi para korban adalah jenis yang jelek. “Saya membayangkan saja, mungkin riven yang bagus itu sudah berupa proses akhir. Yang jelek mungkin baru setengah matang terus diambil,” tandas Agus.