Bocah 10 Tahun Temukan Jenglot, Gemparkan Warga Ngawi
Bahkan sebagian warga lainnya menjual gambar ke pengunjung Jenglot itu seharga Rp 1.000 per foto
Penulis: Sudarmawan | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, NGAWI-Rumah milik pasangan suami istri, Lani (50) dan Kusiyem (46) warga Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi langsung dikerumuni ratusan warga. Ini menyusul, anak ragil pasangan suami istri ini, yakni Teteg Deny Prasetyo (10) menemukan makhluk yang dianggap warga sebagai Jenglot di arena Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat yang ada di belakang rumah penemu itu.
Sontak tidak hanya ratusan warga memadati lokasi penemuan dan rumah penemu jenglot itu, akan tetapi sebagian warga lainnya memanfaatkan padatnya kunjungan warga yang penasaran itu dengan memasang kotak amal agar diisi para pengunjung secara sukarela.
Saat ditemukan bocah SD itu, jenglot ini berada di atas makam salah satu warga setempat. Posisi Jenglot masih berada di dalam kotak berwarna hijau lengkap dengan kapas putih bercampur dengan darah yang ada di dalam kotak hijau itu.
Sesosok makhluk halus yang dikenal sebagai ritual untuk mendapatkan pesugihan ini, memiliki panjang 10 sentimeter. Sedangkan rambutnya memiliki dua warna yakni hitam dan merah (pirang) dengan panjang 14 sentimeter.
Badan Jenglot yang lebih pendek dibandingkan rambutnya ini, mirip tubuh manusia. Akan tetapi, kondisinya kering layaknya manusia yang tinggal tulangnya saja. Sedangkan jari kedua tangan dan kaki Jenglot sama-sama memiliki kuku yang panjang-panjang. Disamping itu, juga memiliki dua taring yang keluar dari mulut Jenglot itu.
"Saat ditemukan awalnya dikira anaknya saya sebagai mainan, untung langsung dibawa pulang dan kami simpan karena ini kami anggap sebagai Jenglot yang selama ini dikenal warga sebagai alat untuk pesugihan dan makluk jadian-jadian untuk ilmu hitam," terang Lani, orangtua penemu Jenglot di tengah kerumunan warga, Jumat (18/4/2014).
Apalagi, sejak kabar penemuan Jenglot itu, semakin banyak warga penasaran dan melihatnya dari dekat. Selain itu, sebagian warga lainnya mau memastikan, Jenglot itu asli atau hanya sekedar mainan.
"Kami tetap mempersilahkan siapa pun yang mau melihat. Wong ini ditemukan anak saya di makan di belakang rumah ini," imbuhnya.
Usai berhasil mendekati Jenglot itu, sebagian warga ada yang mengabadikan penemuan makhluk aneh itu dengan cara mengambil foto menggunakan Hand Phone (HP). Bahkan sebagian warga lainnya menjual gambar ke pengunjung Jenglot itu seharga Rp 1.000 per foto usai didetak di atas kertas putih.
"Kami tetap akan merawat Jenglot ini dan tidak akan membuang atau menjualnya meski ada yang menawar mahal. Kalau ada yang mau melihat kami persilahkan, Jenglot saya letakkan di dalam aquarium dengan diberi lampu agar jelas dan minyak wangi," ungkapnya.
Sedangkan sebelum menemukan makhluk aneh itu, kata Lani setengah jam sebelumnya, saat tidur siang istrinya, Ny Kusiyem bermimpi bertemu orang di lokasi penemuan Jenglot itu. Saat itu, orang dalam mimpi istrinya mengungkapkan jika di atas lokasi penemuan Jenglot itu ada rumah megah. Selain itu, usai bermimpi, orang dalam mimpi istrinya itu meminta jika istrinya harus mendatangi rumah megah di makam di belakang rumahnya itu.
"Usai bermimpi, ternyata anak saya yang sedang mencari bunga kamboja menemukan barang ini. Sekarang Jenglot jadi tontonan warga. Ada yang memegangi untuk memastikan keaslihan Jenglot, ada yang mengusap-usap bagian mata Jenglot juga untuk memastikan keaslihannya. Namun, saat dicoba-coba keaslihannya usai mengeluarkan darah dalam mata Jenglot warga menghentikan uji coba itu," paparnya.
Sementara salah seorang warga yang menyaksikan penemuan Jenglot itu, Put Maharani (25) mengaku sengaja datang ke lokasi penemuan Jenglot itu untuk melihat benda aneh itu nyata atau hanya dalam cerita dongeng semata. Akan tetapi, setelah melihat dari dekat Rani mengaku baru kali pertama melihat barang menyeramkan seperti itu.
"Saat saya melihat kedua mata Jenglot merasakan hal aneh ditubuh saya dan rasanya merinding. Saya yakin kalau Jenglot ini bisa digunakan untuk ritual gaib seperti dalam cerita dan dongeng yang selama ini kami dengar dari kalangan orangtua," pungkasnya.