Unas 2014

Terkena DB, Bagus Pilih Unas Susulan

Siswa SMAN 7 Surabaya ini memilih tidak mengikuti unas karena masih dirawat di RSU Dr Soetomo karena penyakit demam berdarah.

Penulis: Musahadah | Editor: Parmin

SURYA  Online, SURABAYA - Ketika teman-temannya sibuk mengerjakan soal ujian nasional (unas), Bagus Wicaksono justru berjuang untuk sembuh dari penyakitnya. Siswa SMAN 7 Surabaya ini memilih tidak mengikuti unas karena masih dirawat di RSU Dr Soetomo karena penyakit demam berdarah (DB).

Bagus memilih ikut ujian susulan yang akan digelar minggu depan (22-24 April 2014) dibandingkan memaksa unas dengan kondisi kurang fit.

”Tadi tantenya ke sekolah untuk menyerahkan surat izin tidak mengikuti unas,” kata Hamim Hariyadi, paman Bagus yang menjaga di ruang Rosella, lantai 2 RSU dr Soetomo, Senin (14/4/2014).

Diungkapkan Hamim, penyakit demam berdarah itu sudah diidap ponakannya sejak seminggu lalu. Saat itu keluarganya langsung membawa ke RS Adi Husada sebelum akhirnya ke RSU Dr Soetomo.

Dia menduga sakit yang diderita Bagus karena terlalu capek belajar dan membantu orangtuanya yang suplayer bahan bangunan. ”kadang dia sampai malam belajarnya, jadi kecapekan juga,”kata pria berambut panjang.

Diakui Hamim, sebenarnya Bagus sudah siap dengan materi pelajaran yang akan diunaskan. Namun karena kondisi kesehatannya ngedrop niatan itu pun dipendamnya. ”Malah kalau dipaksakan nanti nilainya jatuh. Lebih baik ikut susulan saja,”katanya.

Bagus yang ditemui di ruang perawatan mengaku kondisinya mulai membaik. Dia juga menolak berbaring saat diwawancarai Surya. ”Gak pa pa Mbak saya duduk saja,”kata Bagus yang masih menggunakan infus di tangan kirinya.

Diakuinya sebelum opname dia sudah siap unas. Bahkan ketika divonis mengidap demam berdarah, dia pun masih nekat membawa buku detik-detik unas di ruang rawat inap.

“Tetapi saat itu saya disarankan dokter untuk fokus sembuh dan istirahat dahulu dibandingkan memikirkan unas. Jadi belum sempat membaca buku,”kata Bagus sambil menunjuk buku yang ada di dalam lemari kecil rumah sakit.

Karena kondisinya saat ini sudah mulai membaik, Bagus pun  mencoba untuk menjamah bukunya lagi. Diakuinya, unas kali dia harus mendapat hasil maksimal. Karena selain menentukan kelulusan, nilai unas juga menentukannya lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Dia bercita-cita bisa melanjutkan kuliah di Jurusan Statistika ITS. ”Itu pilihan pertama, pilihan kedua Matematika ITS dan pilihan ketika Statistika Unair. Doakan semoga masuk ya,”pintanya.

Karena belum bisa unas, Bagus kini hanya bisa menyemangati saudara kembarnya, Bagas Wicaksono yang mengikuti unas di SMA Giki Surabaya. Sebenarnya, sebelum Bagus opname, Bagas lebih dulu sakit. Tetapi karena baru gejala dan langsung ditangani, Bagas langsung diperbolehkan pulang. ”Saya tunggu fit dulu. Insya Allah minggu depan sudah dan bisa ikut unas susulan,”tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved