Lipsus Lintasa Gelora Delta Rusak
Pasca PON 2000, Lintasan Atletik Tak Pernah Dibersihkan
Rusli merasakan, lima sampai enam tahun setelah PON 2000, lintasan sudah terasa keras.
SURYA Online, SIDOARJO - Sebagai atlet, M Rusli merasa beruntung ketika mengikuti perlombaan lari di lintasan baru dan standar internasional.
Dia merasa cukup terbantu untuk tampil dengan performa terbaiknya saat PON 200.
Saat itu, lintasannya masih empuk dan digunakan berlomba sangat enak. Untuk berlari terasa ringan dan nyaman.
"Digunakan sebagai tumpuan bagus, enak dan empuk. Belum keras seperti sekarang ini," aku Rusli.
Setetah PON 2002 rampung, Rusli dan teman-temannya semasa jadi atlet juga selalu menggunakan Stadion Delta sebagai tempat berlatih. Dia juga selalu turun mengikuti Jatim Open hingga 2009.
Kerusakan lintasan terlihat dan terasa mualai 2008. Rusaknya, baru kecil-kecil, sobek, tapi lemnya belum lepas. Kerusakan parah terlihat sejak 2011 dan 2012.
Rusli merasakan, lima sampai enam tahun setelah PON 2000, lintasan sudah terasa keras.
Rasanya sudah tidak seempuk ketika masih baru. Kerusakan terjadi di lintasan satu, karena lintasannya memang kerap digunakan.
"Percikan-percikan kecil warna putih yang berfungsi supaya lintasan tidak licin, mulai hilang," jelas Rusli.
Pria yang kini berdomisili di Sidoarjo ini menuturkan, selama dirinya jadi atlet dan kini sebagai pelatih, lintasan atletik Stadion Delta tidak pernah dirawat.
Rusli hanya melihat, perawatan hanya dilakukan pada rumput lapangan. Lintasan atletik tidak pernah dibersihkan, disapu atau dibersihkan.
"Disiram juga tidak pernah lihat. Seperti Stadion Madya (Jakarta), kalau ada debu atau pasir langsung disemprot dengan air," tutur pria yang juga PNS di KONI Jatim ini.
Henny Maspaitela juga merasa prihatin. Dia memang sudah tidak jadi atlet lagi ketika PON 2000, tapi boleh dibilang sehari-harinya dihabiskan di lintasan atletik Stadion Delta dengan profesi sebagai pelatih.
Sehingga tahu betul bagimana kondisi lintasan dulu, dan kini.
"Dulu lintasnya cukup bagus dan standar internasional. Sekarang, tidak lagi karena sudah rusak," nilai Henny.