Direct Flight Surabaya ke Arab Saudi Geliatkan Bisnis Umroh
Menurut Farid, jamaah kini bisa merasakan nikmatnya umroh tanpa transit.
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, SURABAYA - Ketua Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Umroh dan Haji Wilayah Jatim, M Farid, mengakui, adanya rute penerbangan langsung dari Surabaya ke tanah suci, bakal makin membuat pasar bisnis dan kegiatan umroh di Surabaya, melejit.
Farid memproyeksi, orang berangkat umroh tahun ini bakal naik 100 persen dari tahun lalu.
“Potensi orang Jatim berangkat umroh itu bisa 800.000 orang per tahun. Tapi yang tertampung penerbangan hanya sekitar 100.000 sampai 200.000 orang. Dengan adanya dua penerbangan langsung kesana, angka itu bisa naik dua kali lipat,” kata Farid kepada SURYA Online, Minggu (13/4/2014) malam.
Menurut Farid, jamaah kini bisa merasakan nikmatnya umroh tanpa transit.
Padahal, transit itu sendiri, bisa membuang waktu antara empat hingga 12 jam.
“Kalau rute Surabaya-Jeddah, bisa hemat waktu empat jam. Kalau Surabaya-Madinah, bisa hemat 12 jam. Bayangkan ini akan mempengaruhi penumpang dari segi kebugaran mereka ketika beribadah,” ujar Farid.
Selama ini, jamaah umroh Jatim memang harus memilih dua penerbangan transit. Mau transit ke Jakarta, atau transit di negara-negara tertentu.
Seperti bila menggunakan Singapore Airlines, maka transit di Singapura, atau Cathay Pasific, yang transit di Hongkong.
Meski demikian, Farid menyakini, maskapai-maskapai yang menawarkan rute transit tersebut, tetap akan mendapat pasar dari jamaah umroh.
Penyebabnya, selain harga yang lebih murah, tidak semua jamaah memang ingin langsung sampai ke tanah suci.
Paket umroh tanpa transit, menurut Farid memang bisa lebih mahal 200-300 dolar AS, dari paket transit.