Ujian Nasional 2014
Cahaya Minim, Ruang Unas 20 Siswa SMK 3 PGRI Dipindah
Cahaya yang minim rupanya membuat siswa khawatir, terutama saat menghitamkan lingkaran jawaban tiap soalnya
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online, MALANG – Gara-gara aliran listrik padam, 20 peserta Ujian Nasional di SMK PGRI 3 Kota Malang harus pindah ruangan mengerjakan soal.
Ini dilakukan karena tempat mereka mengerjakan soal unas minim cahaya, Senin (14/4/2014).
Dipindahnya ruang mengerjakan ke 20 siswa tersebut dilakukan atas inisiatif pengawas ujian, lalu difasilitasi sekolah.
Para siswa dari jurusan Mesin ini selanjutnya mengerjakan unas di bengkel mesin yang lokasinya berhadapan dengan ruang sebelumnya.
Menurut Kepala SMK 3 PGRI Kota Malang, Lukman Hakim, pertimbangan pengawas memindah ruang ujian karena langit sedang mendung.
Sekolah juga sempat menyalakan genset untuk menyalakan lampu, namun ini tak berlangsung lama karena siswa mengeluh berisik.
“Genset itu akhirnya kami matikan, dan siswa memilih untuk mengerjakan ujian dengan penerangan minim. Selain itu, siswa di kelas yang minim cahaya akhirnya dipindah,” kata Lukman saat ditemui SURYA Online, Senin (14/4/2014) siang.
Konsekuensi lain akibat pemindahan ruang mengerjakan Unas ini, kata Lukman adalah panjangnya jam mengerjakan Unas.
Kendati demikian, mengerjakan Unas dengan cahaya yang minim rupanya membuat siswa khawatir, terutama saat menghitamkan lingkaran jawaban tiap soalnya. Mereka mengaku ini sangat berat dilakukan.
“Was-wasnya itu kalau ada jawaban benar menjadi salah karena menghitaminya keluar dari lingkaran, yang warnanya agak pudar,” ungkap salah satu siswa SMK 3 PGRI, M Sahrul Mubaruk.
Beruntung pemadaman listrik ini tak berlangsung lama. Sekitar pukul 09.00, lampu kelasnya kembali menyala kembali.