Dulu Kolektor Tas, Sekarang Bantir Stir Jadi Produsennya

Dirumahya dikawasan Manyar Indah, setiap hari Lina bersama Iqbal suaminya dan sepuluh orang pegawainya bergelut dengan tas-tas pesanan

Dulu Kolektor Tas, Sekarang Bantir Stir Jadi Produsennya
surya/ahmad zaimul haq
Maulina dan salah satu pekerjanya yang sedang mengerjakan pembuatan tas Kaylina. 

Saat kuliah insting bisnisnya mulai jalan, ia tidak lagi sekedar mengoleksi tas tapi kini juga menjualnya.

"Saat itu tas tas buatan china ini sedang booming dan modelnya bagus bagus kenapa saya tidak jualan saja ya," katanya.

Sambil kuliah ia pun berjualan tas tas buatan China dan hasilnya lumayan ia bisa kulakan lagi, dapat uang jajan dan sebagian ditabung.

Hingga lulus kuliah bisnis jualan tas China ini masih berjalan, bahkan ia merambah komunitas ibu ibu seperti arisan arisan untuk menawarkan tasnya. "Saya ambil cash jual dengan kredit," katanya.

Kini selain menjual tas tas buatan China, Lina mulai berpikir untuk membuat tas sendiri. "Kenapa saya tidak mencoba membikin tas sendiri," ujarnya.

Mulailah ia bongkar bongkar lemari ibunya koleksi kain batik orangtuanya ini menjadi sasaran Lina untuk dijadikan sebagai bahan cover tas.

Angan angannya adalah membuat tas berbahan kain batik yang etnik dan tradisional.

"Ibunya saya sih mendukung saja, dan dengan senang hati memberikan kain batiknya untuk dijadikan tas," paparnya.

Corat coret untuk desain ia bikin sendiri pengalaman beberapa tahun bergelut dengan koleksi tas dari hobi dan jualannya membuat Lina tidak kesulitan untuk membuat desain tas dan membikinnya menjadi tas.

Diluar dugaan tas batik buatannya banyak disukai oleh pelangganya terutama di Jakarta dan di Bali.

Halaman
123
Tags
Kalyana
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved