Breaker Turen Dibacok Karena Jengkel

Menurut Eka, saat kejadian itu ia sadar termasuk saat mengambil parang dan melabrak korban.

SURYA Online, MALANG - Pembacok Jazuli (53), warga Desa Pagedangan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, 25 Maret 2014, pukul 21.45 WIB di dekat Kantor Desa Pagedangan atau 50 meter dari rumah korban, akhirnya menyerah, Selasa (1/4/2014).

Tersangkanya adalah Eka Adi Mustofa (25) warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Jazuli dikenal sebagai breaker yang aktif di organisasi RAPI di wilayah Turen. Di udara korban dikenal dengan nama Marjoko. Motif pembacokan itu adalah rasa jengkel pada Jazuli.

"Saya dijanjikan kerja jadi satpam di Talangsuko, Turen, " ungkap Eka kepada Surya Online, Rabu (2/4/2014).

Menurut Eko, sebulan lalu, tersangka ditawari bekerja oleh korban. Sepengetahuan tersangka, ibunya yang bekerja di luar negeri telah mentransfer uang Rp 2,5 juta ke korban tapi nampaknya korban bersikap tidak peduli.

Saat minum kopi dengan temannya, timbul niat memberi pelajaran terhadap korban. Menurut Eka, saat kejadian itu ia sadar termasuk saat mengambil parang dan melabrak korban.

"Saya bacok dia dijalan. Setelah kejadian itu, saya tidak melarikan diri. Saya tidur di rumah teman saya. Saya kemarin menyerahkan diri ke rumah Kades, saya mohon maaf, saya menyesal, " ujar tersangka.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP M Aldy Sulaeman menyatakan, telah mengamankan tersangka  berkat informasi dari masyarakat. "Sebagaimana diakui tersangka motif penganiayaan korban dengan luka bacok adalah jengkel," jelas Aldy, Rabu  (2/4/2014).

Tags
Turen
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Wahjoe Harjanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved