Breaking News:

Gorengan Girang

Buat Gorengan jadi Naik Kelas

“Sekarang memang masih menggunakan pisang goreng saja tapi nanti kan dikembangkan, sesuai namanya- gorengan- nanti juga akan ada gorengan lain

Buat Gorengan jadi Naik Kelas
Net
Ilustrasi

Dari coba-coba itu ia mulai berjualan dengan tiga menu pertamanya, Tiramisu, Cappuccino dan Oreo.

“Sekarang memang masih menggunakan pisang goreng saja tapi nanti kan dikembangkan, sesuai namanya- gorengan- nanti juga akan ada gorengan lain yang dikemas berbeda,” kata Luthfi.

Oktober 2011 Ia mengawali bisnis barunya ini dengan menjual secara online. Lewat twiter dan facebook ia mulai menerima pesanan. Ia juga tidak segan mendatangi teman-temannya untuk memberi tester produk.

Ia juga dengan percaya diri menjual produknya dengan masuk kampus dan secara langsung menawarkan produk ke para mahasiswa.

“Kalau secara oonline ada yang tanya seperti apa rasanya? Boleh dicoba dulu? Saya langsung janjian, saya temui, saya antar tester sekalian membawa beberapa stok untuk ditawarkan,” ungkapnya.

Tahapan berikutnya, Luthfi mulai mengumpulkan modal untuk membuat gerobak. Ia memasuki tahapan baru menjual gorengannya dengan menempatkan gerobak di sekitar jalan Dharmawangsa.

Ia memilih lokasi itu karena dari awal sudah banyak pelanggannya yang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga.

Tujuh bulan berdagang di gerobak, pada Desember 2013 Luthfi mulai membuka kedai sendiri. Ia menyewa tempat yang lokasinya masih di sekitar lokasi mangkal gerobaknya.

Memiliki kedai sendiri, Luthfi terus menata penampilan sajian. Pemuda yang gemar naik gunung itu juga mulai rajin kembali menggali resep baru.

Ia kini menawarkan tiga varian pisang goreng yang semuanya tampil menarik.

Halaman
123
Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved