Rabu, 29 April 2026

Pondok Penampung Belasan Bayi di Mojokerto Disoal Warga

Ada bayi yang sudah berusia empat tahun dan ada pula yang masih berusia empat hari.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, MOJOKERTO - Warga Desaa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, sampai Kamis (27/3/2014) resah dengan keberadaan Yayasan Insan Cita Elang Rahmatullah (Incerah) di tengah-tengah areal perkampungannya. Yayasan yang dikenal dengan pondok penampungan bayi ini telah mengusik ketenangan warga.

Dalam kurun waktu dua tahun, Pondok penampungan bayi Incerah ini telah mengasuh 19 bayi. Saat Surya melihat kondisi pondok Incerah, belasan bayi itu ditempatkan di ruang dengan ukuran sekitar 6 x 7 meter. Dengan melapisi lantai keramik dengan perlak dan pada bagian atas digelar karpet. Seluruh bayi ditidurkan di tempat ini.

Untuk bayi usia di bawah satu bulan, mereka diletakkan di boks bayi yang berada satu ruang ini. Ada tiga perempuan yang setiap hari mengasuh dan merawat bayi-bayi itu. Menurut salah satu pengasuh, untuk yang usia tiga dan empat tahun di tempat berbeda.

Di Pondok Incerah tersebut, memang ada bayi yang sudah berusia empat tahun dan ada pula yang masih berusia empat hari. Pondok ini diasuh oleh Sari Agustiani. Selain ruang khusus merawat bayi di sisi belakang, di sisi depan terdapat musola.

Ada ruang kecil bersekat bertuliskan PAUD dan kelas TK. Gedung rencana dua lantai ini berdiri di luasan sekitar 9 x 15 meter. Lantai dua masih belum jadi.

"Dua tahun lalu, Bu Sari kami panggil untuk menjelaskan keberadaan Incerah. Waktu itu dikatakan panti asuhan. Karena sosial, saya paham. Tapi warga kaget, kok banyak bayi. Terutama kalau malam tangisan bayi bersahutan," kata Kepala Desa Seduri Diana Alfiyanti.

Saat itu, Dian masih ingat bahwa Sari mengaku juga sebagai dosen di sebuah PTN di Surabaya. Pihak desa sudah meminta dokumen terkait profil yayasan dan izin. Begitu juga asal-usul dan riwayat bayi juga diminta. Tapi belum juga dipenuhi ke desa. Kini diketahui, tempat itu menjadi penampungan dan perawatan bayi. Ada kekhawatiran terjadi praktik jual beli bayi atau traficking.

Sampai akhirnya kini, keberadaan Pondok Incerah dinilai meresahkan warga. Suwarno perangkat desa setempat mengaku mendapat laporan warga akan banyaknya bayi di tempat tersebut.

"Namanya hidup di desa, hal-hal semacam ini sering kali jadi perbincangan warga sekitar. Bahkan ada yang mengadu ke kami. Wajar jika kemarin, pihak Polres melakukan mediasi dengan kami, penngasuh Pondok Incerah, dan warga," kata Suwarno.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved