Unas 2014

Fatal jika Salah Melingkari Kolom Nama

Faktor terakhir yang jarang kita dengar adalah faktor nutrisi. Faktor ini apa sebaiknya dimakan dan diminum para siswa menjelang unas.

Editor: Parmin

SURYA Online, SURABAYA - Ujian nasional (unas) makin mendekat. Anak-anak kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA sederajat, mulai belajar dengan giat agar tidak tersandung dalam agenda tahunan itu. Para siswa yang sebelumnya santai dalam belajar, kini mulai rajin mengikuti les, ikut bimbingan, dan belajar di rumah beberapa mata pelajaran yang masuk dalam soal unas.

Begitu menggebu ingin lulus dengan nilai baik dan bisa melanjutkan ke sekolah favorit, kadang-kadang para siswa lupa bahwa dalam menghadapi unas tidak hanya faktor akademik yang perlu dilatih, namun  ada faktor lain yang tidak kalah penting.

Praktisi pendidikan dari Bandung, Saufi Sauniawati, menyebutkan, ada empat faktor yang perlu dipersiapkan sebelum menghadapi unas yakni faktor akademik, strategis, psikologis dan nutrisi.

Untuk faktor yang pertama, faktor akademik, seperti yang dijabarkan sebelumnya, faktor ini merupakan faktor yang paling diprioritaskan oleh para siswa. Sementara tiga faktor lainnya lebih sering dikesampingkan. Padahal, menurut pengamatan Saufi, banyak juga siswa yang terganjal dalam unas gara-gara ketiga faktor lain ini.

Faktor yang kedua yakni faktor strategis. Saufi menyimpulkan faktor ini sebagai faktor kesiapan dalam berkonsentrasi. Ia memasukkan ketepatan dalam mengisi lembar jawaban komputer (LJK)  sebagai salah satu poin dalam faktor ini. ”Banyak siswa yang lengah dengan hal-hal yang kelihatan sepele. Padahal kalau mereka salah melingkari kolom nama, akibatnya fatal juga,” tuturnya.

Dari hasil try out yang pernah Saufi amati pada beberapa SMP di Kabupaten Cimahi, Jawa Barat tahun 2006, ia mendapati 927 dari 6.400 siswa gagal gara-gara salah melingkari nama dan tempat,tanggal lahir. ”Bahkan diantaranya termasuk siswa yang teladan,” ungkap Saufi.

Kesalaha tersebut sering terjadi karena mata distorsi melihat lingkaran huruf-huruf yang berdekatan satu sama lain. ”Jika yang seharusnya dilingkari adalah lingkaran garis kelima, gara-gara tidak konsentrasi akhirnya jadi garis yang keempat atau keenam yang dilingkari,” jelas Saufi memberi contoh.

Faktor ketiga yakni faktor psikologis. Saufi menjelaskan faktor ini sebagai penyeimbang faktor akademik. Jadi, siswa tidak harus dituntut terus belajar, tapi juga diberi motivasi dan diajari senam otak. Tujuannya agar mereka tidak stres dan bisa santai dalam menjalani unas.

Faktor terakhir yang jarang kita dengar adalah faktor nutrisi. Faktor ini berkaitan dengan makanan dan minuman apa yang sebaiknya dimakan dan diminum para siswa menjelang unas. Saufi menyarankan, sebelum dan saat unas, para siswa lebih baik mengonsumsi makanan yang diolah dengan sehat. ”Kalau bisa jangan makanan cepat saji,” sarannya.

 Sementara untuk minumnya, ia mengingatkan untuk minum delapan sampai sepuluh gelas air putih per hari. ”Juga ditambah minum jus buah seminggu sekali,” tambah Saufi.

Saufi juga menganjurkan para orang tua agar aktif mendampingi anaknya yang akan menghadapi unas. Sebab selain guru dan siswa, peran orang tua juga penting. Visi antara orang tua dan anak, menurutnya, harus sejalan. Jika tidak, hal tersebut akan menambah beban anak saat menghadapi soal unas.

”Dan itu termasuk dalam faktor psikologis,” pungkasnya. (Aflahul Abidin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved