Pemilu

Bawaslu : Bagi Beras Termasuk Politik Uang

Sanksi pidana yang mengancam perbuatan politik uang tersebut adalah kurungan penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

Bawaslu : Bagi Beras Termasuk Politik Uang
antara
Seorang anak melintas didepan poster Stop Politik Uang yang dipasang di Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/3/2014). 

SURYA Online, PANGKALPINANG – Partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) yang membagikan beras kepada masyarakat termasuk dalam kategori politik uang.

“Politik uang ini bisa berbentuk uang, beras, doorprize, mukenah, jilbab, atau barang lainnya dan ini merupakan pelanggaran pidana pemilu," kata Divisi Pengawasan Bawaslu Babel Sugesti di Pangkalpinang, Rabu (26/3/2014).

Ia mengatakan, selama masa kampanye Pemilu Legislatif 2014, banyak ditemukan dan laporan masyarakat parpol dan caleg yang membagi-bagikan beras, mukenah, jilbab, dan barang lainnya untuk menarik simpatisan masyarakat.

"Saat ini, kami masih identifikasi fakta-fakta, termasuk bukti dugaan kampanye uang berupa barang tersebut. Peserta kampanye yang terbukti melakukan pelanggaran ini, bisa didiskualifikasi sebagai peserta Pemilu," ujarnya.

Sanksi pidana yang mengancam perbuatan politik uang tersebut adalah kurungan penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.
    
"Saat ini, tim hukum Bawaslu masih melakukan kajian terhadap dugaan tersebut, sehingga belum dapat diumumkan kepada publik parpol mana saja yang melakukan praktik politik uang," ujarnya.
    
Ia berharap seluruh parpol peserta Pemilu untuk tidak membagikan uang atau barang lain kepada masyarakat selama kampanye.
    
Masyarakat juga diminta ikut mengawasi pelanggaran-pelanggaran pemilu yang dilakukan parpol dan caleg selama kampanye ini, agar pelaksanaan pemilu lebih berkualitas dan kondusif. (ant)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved