Kimcil - Kimcil Kafe Grand Kenjeran Bergaya Borjuis

Teguh menjelaskan latar belakang lima anak di bawah umur yang bekerja di kafe tersebut, mereka berasal dari kalangan tidak mampu.

SURYA Online, SURABAYA - Gadis-gadis di bawah umur yang bekerja di Kafe Grand Kenjeran, kini hidupnya telah bergaya borjuis. Bahkan mereka memilih pergi dari rumah dan tinggal di tempat kos. Padahal mereka berasal dari kalangan tidak mampu.

"Mereka sudah tidak tinggal lagi di rumah, namun memilih untuk tinggal di tempat kos," kata Kasubnit Vice Control (Vice Control) Unit Jatanum Polrestabes Surabaya Iptu Teguh Setiawan, Senin (24/3/2014).

Teguh menjelaskan latar belakang lima anak di bawah umur yang bekerja di kafe tersebut, mereka berasal dari kalangan tidak mampu. Itulah yang membuat mereka tidak melanjutkan sekolah, dan hanya lulus SMP.

Namun setelah bekerja di kafe tersebut, kini kehidupan lima anak itu berubah. "Kalau dilihat penampilan mereka sudah layaknya anak orang kaya, bawa gadget dan pakaiannya bagus," kata Teguh.

Ini dikarenakan pendapatan mereka dari kafe tersebut lumayan besar. Dalam semalam, hanya dengan menemani karaoke dan minum-minuman keras, bisa mendapat pendapatan Rp 160.000. Itu setelah mereka bekerja selama enam jam. Belum lagi jika mendapat tips dari tamu. Jika dirata-rata, pendapatan satu bulan anak-anak tersebut mendapat Rp 4,8 juta.

Teguh mengatakan, saat ini pihaknya sedang memburu satu mami lagi, yang belum tertangkap. Dia adalah mami Helen yang merekrut anak-anak di bawah umur tersebut. Saat dilakukan penggerebekan, mami Helen sedang cuti hamil. Sejak saat itulah, mami Helen menghilang.

Subnit Vice Control (VC) Unit Jatanum Polrestabes Surabaya menggerebek Grand Kenjeran n Resto, karena mempekerjakan gadis di bawah umur, sebagai pemandu karaoke dan minum minuman keras.

Di kafe yang berada di Jalan Kenjeran Surabaya tersebut, mempekerjakan lima gadis di bawah umur.
Polisi menangkap lima tersangka yakni, Andika (54) pemilik kafe warga Jalan Kenjeran, Suwasno (50) pengelola, warga Jalan Kenjeran, serta tiga mami, Nurhidayah (41) Jalan Gresikan, Santi Dewi (30) warga Bronggalan, dan Ernawati (39) warga Ambengan.

Lima gadis yang dipekerjakan tersebut masih berusia 16-17 tahun, mereka adalah DB (17), KK (15), RA (16), dan NA (17) yang semuanya warga Surabaya. Mereka dipekerjakan dalam kurun waktu tertentu, ada yang enam hingga tiga bulan.

Tags
gerebek
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved