Pengadaan Mesin Penggiling Padi Diduga Dimark Up

Ada tengara mesin penggiling padi yang disalurkan kepada 29 desa di Jatim dengan total Rp 9 miliar ditengarai ada mark up harga.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Parmin

SURYA Online, SIDOARJO - Proyek pengadaan mesin penggiling padi yang diberikan Dinas Pertanian Pemprov Jatim memunculkan aroma tak sedap. Ada tengara mesin penggiling padi yang disalurkan kepada 29 desa di Jatim dengan total Rp 9 miliar ditengarai ada mark up harga.

Salah satu penerima bantuan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Desa Wirobiting, Kecamatan Prambon. Kabar yang berkembang, mesin penggiling padi yang diperbantukan ke Gapoktan Wiro Biting harganya jauh dari harga pasaran. Bahkan dana sebesar Rp 9 miliar untuk pembelian 29 mesin penggilingan padi tidak sampai habis.

Meski dana tersebut dikucurkan pada anggaran 2013, masih belum ada aparat penegak hukum yang mengintainya.

Kepala Desa Wiro Biting, M Supriyadi, mengakui banyak yang mempermasalahkan bantuan tersebut, termasuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). "Kasihan Dinas Pertanian Pemprov Jatim. Kata orang Dispertan mereka sudah berusaha baik. Tapi masih ada yang mempermasalahkan," ujar M Supriyadi, Kamis (20/3/2014).

Bantuan mesin penggiling padi yang diberikan ke desanya justru menguntungkan. Pihak desa hanya menyediakan tempat yang ditaruh di lahan sawah Tanah Kas Desa (TKD). "Yang jelas bagi kami bantuan itu sangat menguntungkan. Karena kami tidak tahu menahu masalah harga. Kami hanya menerima bantuan berupa mesin selep dan desa menyediakan tempat saja," ujar Supriyadi.

Terkait pengadaan mesin penggiling padi, pihaknya tidak berhak mengaudit berapa nilainya. Karena sudah ada yang mengaudit spefikasinya sesuai atau tidak adalah BPK dan pihak pemeriksa dari Pemprov Jatim.

"Warga kami jelas diuntungkan karena sudah bisa difungsikan. Hasilnya bagus kok dan warga sudah menggilingkan padinya tanpa bayar sepeser pun," ucapnya.

Program jangka panjang, mesin penggiling padi yang ditempatkan di tengah sawah itu berdiri di atas lahan TKD 1 ha akan menghasilkan pendapatan kas desa. Pihaknya sudah mengajukan kerja sama dengan Bulog Jatim untuk penggilingan padi.

"Cita-cita saya akan memfungsikan lahan TKD berjajar dengan mesin selep mengembangkan ternak sap sehingga kami akan menciptkan kawasan agrobis di lahan pertanian desa kami," papar Supriyadi.

Tags
mark up
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved