Jemaah Umroh Telantar
Dua Pilih Kembali Uang sedang Sisanya Tetap Bertahan
Saat dikonfirmasi, KH Masrichan menuturkan bahwa dirinya terus berjuang untuk memberangkatkan kembali jemaahnya.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, MOJOKERTO - Jemaah umrah Mojokerto yang telantar di Jakarta karena gagal berangkat ke tanah suci mulai mrotoli. Dua dari 120 jemaah umrah di bawah koordinasi KH Masrichan memilih mundur. Mereka menarik diri dari jemaah yang dijadwalkan kembali berangkat pada 22 Maret 2014.
Saat dikonfirmasi, KH Masrichan menuturkan bahwa dirinya terus berjuang untuk memberangkatkan kembali jemaahnya.
"Ini saya masih di atas kendaraan dari Jakarta. Saya bertanggung jawab. Sejauh ini ada dua yang memilih mundur. Tentunya, harus sesuai kesepakatan dalam pernyataan bersama," kata KH Masrichan sambil menegaskan bahwa surat pernyataan itu ada di tangannya.
Karena mundur, artinya dua jemaah umrah itu meminta kembali uang mereka. Hal ini tak dihalangi oleh KH Masrichan. Namun sesuai kesepakatan bahwa jika jemaah mundur dan minta kembali, uang yang telah disetor akan dikembalikan setelah pelaksanaan umrah tuntas. Jadi setelah penjadwalan umrah selesai, pihaknya akan membereskannya.
Sementara itu, warga di Kampung Tumapel, Desa Jatirejo, tempat tinggal KH Masrichan, mulai mendengar bahwa jemaah umrah di bawah asuhannya gagal berangkat. Sebelumnya masyarakat sekitar tahunya seluruh jemaah berangkat umrah karena sampai sepuluh hari jadwal ibadah umrah belum kembali. Ternyata Rabu dini hari kembali karena telantar.