Suasana kelas di SMK Putra Bangsa Mojokerto, Senin (10/3/2014).
Sebanyak 15 siswa dari 23 siswa kelas XII atau kelas tiga di SMK Putra Bangsa Mojokerto tak bisa ikut Unas.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, MOJOKERTO - Sebanyak 15 siswa dari 23 siswa kelas XII atau kelas tiga di SMK Putra Bangsa Mojokerto tak bisa ikut Unas. Mereka terlempar dari peserta Unas setelah dicoret kepesertaannya oleh Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Saat ini, kelima belas siswa itu tidak habis pikir dengan kondisi yang menimpanya.
"Anak saya pindah dari SMK lain. Kini saatnya Unas malah tak bisa ikut. Bagaimana bisa sekolah seperti ini. Kami kecewa," ungkap salah satu wali murid saat mendatangi sekolah yang berlokasi di Jalan Joko Tole ini, Senin (10/3/2014).
Orangtua ini marah karena hak pendidikan anaknya untuk menuntaskan pendidikan 12 tahun atau tamat SMK gagal. Sebab, pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak. Sebanyak 15 siswa dinyatakan tak bisa mengikuti Unas. Namun, ada delapan siswa bisa ikut Unas.
Informasi yang diterima, mereka gagal ikut Unas lantaran tidak masuk daftar nominasi tetap (DNT) sebagai peserta Unas.
Keterangan pihak sekolah, mereka terlempar dari peserta Unas karena Dinas Pendidikan tidak memasukkan ke-15 siswa SMK Putra Bangsa itu ke dalam DNT. Bahkan saat masih dalam daftar nominasi sementara, dokumen mererka bermasalah.
"Lha wong kami pindah sekolah baik-baik. Kok tiba-tiba saat Unas begini dikatakan tak ada dokumen pendukung. Kami pindah dari sekolah asal juga baik-baik. Lebih baik mengundurkan diri saja daripada diminta bersabar menunggu Unas tahun depan," kata salah satu wali murid ini.
Kepala SMK Putra Bangsa Agus Ubaidillah saat ditemui di sekolahnya mengakui bahwa ada 15 siswanya yang gagal ikut Unas.
"Namun dugaan pribadi saya, ini kesengajaan pihak Dindik dan persaingan SMK swasta lainnya sehingga banyak siswa kami digagalkan Unas. Wong persyaratan DNS kami penuhi," klaim Agus.