Rumah Dibobol, Uang dan Perhiasan Senilai Rp91 Juta Amblas
Kejadian itu baru diketahu Jumat (07/3/2014) malam sekitar puku 21.00 WIB kalau rumah pensiunan itu habis digarong sekawanan pencuri.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, LAMONGAN – Lama tak terdengar aksi kejahatan bobol rumah tidak berpenghuni di Lamongan. Kali ini muncul rumah milik Machmud Syakun, (62) warga Jalan Andanwangi, 71, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan dengan kerugian mencapai Rp 91 juta, termasuk uang tunai Rp 40 juta.
Kejadian itu baru diketahu Jumat (07/3/2014) malam sekitar puku 21.00 WIB kalau rumah pensiunan itu habis digarong sekawanan pencuri. Modusnya seperti yang sudah-sudah, pelaku berkendaraan roda empat. Pelaku yang diperkirakan lebih dari tiga orang itu membuka paksa pintu pagar dan pintu rumah serta pintu kamar.
“Dengan kerusakan kunci pintu, pelaku dipastikan mendobrak dengan cara menendang atau memakai kayu kemudian juga dicongkel dengan besi, ‘’ ujar seorang anggota Polres Lamongan saat melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) tadi malam.
Keterangan yang dihimpun Surya menyebutkan, sekitar pukul 06.30 WIB korban yang menghuni rumah sendirian itu pergi ke Sidoarjo. Sebelum meninggalkan rumah dia tidak lupa mengunci semua pintu dan almari. Termasuk pintu pagar.
Selanjutnya, sekitar pukul 21.00 WIB Junaidi (47) menantu korban warga Jalan Ikan Tombro, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, melintas di jalan depan rumah korban. Hal itu biasa dilakukan, sekedar untuk melihat rumah dan kondisi sang mertua.
Begitu melintas depan rumah, Junaidi yang karyawan PLN Lamongan ini kaget melihat pintu pagar dalam keadaan terbuka. Karena, sebelumnya mertuannya sempat berpamitan pergi ke Sidoarjo dan hingga malam itu masih belum pulang.
‘’Saya kemudian menelepon lewat ponsel dan ternyata mertua masih ada di Sidoarjo. Akhirnya saya mengajak tetangga sekaligus mengecek rumah dan melaporkan kejadian ini ke polisi, ‘’ungkapnya.
Polisi datag ke TKP dan ternyata benar, rumah korban habis dibobol pencuri. Dua kamar diacak-acak pelaku. Semua isi almari dibongkar, setelah diperiksa, tentu setelah korban pulang, uang tunai sebanyak kurang lebih Rp 40 juta hilang dan perhiasan senilai Rp 51 juta dengan total kerugian mencapai Rp 91 juta.
Keterangan sejumlah warga di sekitar rumah korban menyebutkan, sekitar pukul 10.00-11.00 WIB persisnya ketika orang sedang berangkat salat Jumat ada yang mengetahui kendaraan jenis Suzuki Ertiga parkir di depan rumah korban. Cukup lama, tapi tidak satupun yang mencurigai kalau mobil tersebut diduga milik pelaku.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Efendi Lubis membenarkan adanya aksi kejahatan yang menimpa korban. Dikatakan, bisa jadi memang benar pelaku berkendaraan mobil tersebut.
‘’Kasusnya kini sedang kita selidiki, ‘’ tandasnya.