Dorong Pembangunan Double Track Surabaya-Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan jalur ganda bisa menstimulasi geliat industri-industri di timur Jatim

SURYA Online, SURBAYA-Usulan jalur ganda (double track) kereta api Surabaya-Banyuwangi kembali diangkat setelah double track dari arah barat menuju Surabaya dibangun. Jalur ganda ini diharapkan bisa meningkatkan mobilitas barang dan orang sekaligus mengungkit pergerakan ekonomi di kawasan timur.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan jalur ganda bisa menstimulasi geliat industri-industri di timur Jatim, terutama industri yang berbasis komoditas pertanian. Sekaligus ini akan memeratakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Jalur ganda akan memancing industri baru, terutama yang berbasis agro sesuai potensi di wilayah timur. Ini sekaligus untuk memberi nilai tambah ke sektor pertanian.

“Jalur ganda akan membangun sektor industri yang dekat dengan sumber bahan bahan bakunya untuk memudahkan mobilisasinya ke Surabaya dan daerah tujuan pasar lainnya,” papar Anas di sela pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (6/3/2014).

Di kawasan timur Jatim sudah berdiri kawasan industri PIER di Pasuruan dan tak lama lagi dibangun Banyuwangi Wongsorejo Industrial Estate di Banyuwangi. Saat ini, diperkirakan sekitar 30 persen teus kontainer yang ada di Jatim tiap tahunnya berasal dari wilayah timur.

”Double track nantinya harus menghubungkan dua sentra industri baru di kawasan timur, yaitu kawasan industri PIER di Pasuruan dan Wongsorejo di Banyuwangi,” jelas Anas.

Anas menambahkan, jalur ganda itu juga membantu industri-industri yang ada di Malang dan wilayah timur Jatim untuk mengirim hasil produksinya melalui pelabuhan yang ada di wilayah timur seperti Pelabuhan Probolinggo atau Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi. Hal ini untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik yang sudah kewalahan dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy).

”Memang tidak mudah membagi beban pelabuhan karena terkait juga dengan infrastruktur. Karena itu, dengan adanya jalur ganda, pasti ada percepatan infrastruktur pelabuhan. Pelabuhan di wilayah timur cukup memadai, seperti Tanjung Wangi yang kedalamannya sudah 14 low water spring (LWS) yang bisa disandari kapal besar,” tambah Anas.

Optimalisasi penggunaan duble track kereta api (KA) juga dinilai sebagai bagian dari infrastruktur transportasi masal orang dan barang yang sangat efektif dalam mendorong perekonomian. Studi Keunggulan Moda Transportasi Kereta Api oleh Kementerian Perhubungan (2010) menyebutkan, KA lebih ideal ketimbang truk/bus, baik dari sisi efisiensi biaya maupun besaran volume muatan atau daya angkut.

Kereta api dapat mengangkut penumpang hingga 1500 orang dengan konsumsi BBM 3 liter per km atau setara 0,002 liter per orang per kilometer;  jauh di bawah moda transportasi yang lain. Optimalisasi jalur KA melalui jalur ganda hingga ke timur Jatim juga dapat mengurangi biaya perbaikan jalan.

Saat ini, jumlah penduduk dari wilayah Sidoarjo ke timur atau yang sering disebut sebagai wilayah Tapal Kuda mencapai 9.006.395 jiwa atau sekitar 24 persen dari total penduduk Jatim. Total Produk Domestik Regional Bruto kabupaten/kota yang terletak di Tapal Kuda sebesar Rp 155,32 triliun atau sekitar 16 persen dari total PDRB Jatim.

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved