Jumat, 24 April 2026

Wisatawan Rafting Anjlok 50 Persen

“Untuk para siswa ini, kebanyakan orang tuanya yang khawatir setelah peristiwa itu (rafting maut),” katanya.

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Adi Agus Santoso

SURYA Online, BATU - Rafting maut yang menewaskan tiga wisatawan dan satu masih hilang, rupanya berdampak negatif  terhadap wisatawan untuk berrafting. Terbukti, gara-gara kasus tersebut jumlah pengunjung rafting anjlok hingga 50 persen.

Darmawan R Putra, Manejer Pemasaran Kaliwatu, salah satu jasa rafting di Kota Batu, mengungkapkan hampir semua jasa rafting di Kota Batu, bahkan di Jawa Timur, mengalami penurunan pengunjung akibat tragedi rafting maut tersebut.  "Di sini (Kaliwatu) biasanya dalam sepekan ada 500 pengunjung, sekarang hanya 250 pengunjung saja,” papar Darmawan yang akrab dipanggil Wawan, Rabu (5/3/2014).

Beberapa pengunjung yang sudah pesan untuk rafting pekan ini, semuanya membatalkan. Seperti dari Universitas Surabaya, dan grup siswa SMP dan SMA dari Kota Malang. “Untuk para siswa ini, kebanyakan orang tuanya yang khawatir setelah peristiwa itu (rafting maut),” katanya.

Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat bahwa rafting aman, Wawan berusaha menjelaskan kepada pengunjung satu per satu. Menurutnya, rafting tetap aman dilakukan, sepanjang provider (jasa rafting) memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan dijalankan dengan baik.

Kaliwatu sendiri, memiliki SOP yang disesuaikan dengan karakteristik sungai yang dilalui. Untuk rafting dimulai di Sungai Bendo Desa Pandanrejo dan berakhir di dam gedang kluthuk Desa Pandanrejo. Jaraknya antara 5 km sampai 6 km, yang ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Untuk pengawasan luapan air di sungai, pihaknya menempatkan tiga orang di tiga titik, yakni di hulu Sungai Brantas, dam perambatan dan Sungai Bendo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved