Siswa SMA/SMK Korban Kelud Juga Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah
Bantuan untuk korban erupsi Gunung Kelud tidak hanya diberikan dalam bentuk beasiswa. Tetapi ada yang diwujudkan dalam bentuk perlengkapan sekolah.
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Bantuan untuk korban erupsi Gunung Kelud tidak hanya diberikan dalam bentuk beasiswa. Tetapi ada yang diwujudkan dalam bentuk perlengkapan sekolah. Hanya saja bantuan perlengkapan sekolah itu bagi siswa SMA dan SMK.
Kabupaten Kediri mendapatkan 799 set perlengkapanm sekolah mulai dari seragam, sepatu tas hingga alat-alat tulis. Sedangkan Kabupaten Blitar mendapat 3.979 set, Kabupaten Malang 1.971 set, dan Kota Blitar 310 set. Perlengkapan sekolah ini juga akan didistribusikan langsung ke kabupaten/kota.
“Bantuan ini sifatnya langsung, jadi langsung diterima siswa baik uang tunai maupun perlengkapan sekolahnya,”katanya.
Sementara untuk rehabilitasi sekolah, belum lama ini tim dari Dindik Jatim telah turun ke lokasi bencana untuk mengetahui kondisi sekolah-sekolah yang rusak.
Dari laporan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akhirnya didapat data ada 214 sekolah yang rusak akibat erupsi Gunung Kelud. Sekolah ini tersebar di Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Dirinci, untuk PAUD,TK dan SD ada 132 lembaga, SMP/MTs ada 44 lembaga dan SMA/SMK/MA ada 38 lembaga.
Untuk rehabilitasi sekolah-sekolah ini, Dindik juga telah mengusulkan anggatan total Rp 15,710 miliar. Anggaran paling besar akan diberikan untuk Kota Kediri yakni Rp 6,484 miliar. Kemudian Kabupaten Malang Rp 4,300 miliar, Kabupaten Kediri Rp 3,225 miliar dan Kabupaten Blitar Rp 1,7 miliar.
Kadindik Jatim Harun berharap proses belajar mengajar sekolah tidak perlu menunggu bantuan rehabilitasi datang.
Dia meminta sekolah-sekolah yang rusak berat bisa bergabung dengan sekolah lain yang tingkat kerusakannya lebih ringan. “Kalau perlu prosesnya bergantian. Atau bisa memakai gedung pemerintah lain atau bahkan milik swasta, yang penting proses belajar jangan sampai berhenti,”katanya.
Terkait trauma psikis yang dialami siswa, dari hasil koordinasinya dengan Dindik Kabupaten/Kota sepakat untuk memberikan pendampingan psikolog ke sekolah-sekolah dengan melibatkan perguruan tinggi.
Terapi psikologis ini penting bagi siswa khususnya yang akan mengikuti ujian nasional yang memang dibutuhkan kesiapan mental. “Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sudah tanggap itu dan sudah melaksanakan,”tukasnya.